Jakarta, Akuratnews. com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyayangkan adanya dugaan keterlibatan sejumlah oknum aparat penegak hukum dalam kasus Djoko Tjandra, namun hal itu jangan sampai mengganggu fokus aparat untuk membongkar-bongkar keberadaan buronan kasus Bank Bali tersebut untuk memulangkan dan menghukumnya sesuai hukum yang berlaku.

“Saya mengingatkan agar apapun itu tidak mengganggu fokus aparat dalam mencari keberadaan Djoko Tjandra, memulangkan dan mengganjarnya sesuai adat yang berlaku. Kita tetap pokok di sosoknya Djoko Tjandra, cari sampai ditangkap, ” kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/7/2020).

Menurut tempat, saat ini yang paling istimewa adalah bagaimana mengawal agar peristiwa Djoko Tjandra tetap sesuai jalurnya seperti dalam proses pencarian dengan sempat beredar kabar bahwa dengan bersangkutan berada di Kuala Lumpur, Malaysia, maupun proses-proses hukum dengan sedang berlangsung di Indonesia.

Politisi Partai NasDem tersebut juga mengajak agar publik ikut mengawasi proses hukum Djoko Tjandra agar tidak melenceng dan keputusannya segera dieksekusi.

“Misalnya, Djoko Tjandra sudah mengajukan Peninjauan Kembali (PK), ya itu disidangin, yang bener, kita awasi semua. Masyarakat, DPR dan lain-lain ayok kita awasi prosesnya, apapun dengan terjadi nanti hasil dari sidang itu harus langsung dieksekusi, ” ujarnya.

Sahroni membaca, Komisi III DPR tetap meninjau proses hukum buron kasus Bank Bali itu meskipun sedang dalam masa reses. Dia mengatakan Komisi III DPR merupakan mitra kerja dari Polri dan Kejagung, jadi segala tudingan kepada lembaga penegak hukum itu akan didalami Premi III DPR RI.

“Kepolisian dan Kejaksaan merupakan mitra kerja Komisi III DPR. Jadi soal tudingan itu sudah tak perlu diributkan, biar Komisi III yang memastikan bahwa semuanya berlaku sesuai koridor hukum, dan benar nanti kami minta dibuka di dalam rapat Komisi III, ” ujarnya.