Jakarta, Akuratnews. com berantakan Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta memerintahkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar kembali operasional Diskotek Golden Crown.

Laman resmi www.sipp.ptun-jakarta.go.id, Kamis (2/7/2020) menginformasikan, majelis ketua mengabulkan gugatan PT Mahkota Tenang Sentosa sebagai pengelola Golden Crown terhadap penutupan diskotek yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Majelis hakim mengabulkan gugatan PT Mahkota Aman Sentosa untuk seluruhnya dan membatalkan serta menyatakan tidak sah terkait penerbitan Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta.

Hakim menghapuskan SK Kepala DPMPTSP DKI Cetakan: 19 Tahun 2020 tentang Penghapusan Tanda Daftar Usaha Pariwisata PT. Mahkota Aman Sentosa tertanggal 07 Februari 2020.

Mencuaikan putusan hakim PTUN DKI Jakarta maka Pemprov DKI harus menimbulkan kembali semua izin yang dimiliki PT Mahkota Aman Sentosa sesuai dengan jangka waktu yang dibutuhkan dan diperpanjang pada kemudian hari.

“Menghukum Tergugat buat membayar segala biaya yang muncul dalam perkara ini, ” ucap lama PTUN DKI Jakarta.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Mahkota Aman Sentosa, Indradi Thanos menggugat Pemprov DKI Jakarta ke PTUN DKI Jakarta guna meminta pembatalan penutupan tempat hiburan malam Golden Crown.

Pemangku Golden Crown melalui kuasa hukumnya, Abdi Situmeang melayangkan gugatan terhadap SK penutupan yang diterbitkan Kepala DPMPTSP DKI. Awalnya, Pemprov DKI Jakarta mencabut izin Tanda Jadwal Usaha Pariwisata (TDUP) PT Mahkota Aman Sentosa selaku pemilik daya Diskotek Golden Crown setelah terungkap 108 pengunjung menggunakan narkoba di diskotek itu.

Jawatan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta menyatakan keputusan melanggar penutupan Diskotek Golden Crown yang akhirnya digugat oleh manajemen wadah hiburan tersebut, sudah sesuai secara aturan yang berlaku. “Loh bercakap-cakap (adanya putusan penutupan) itu membentuk kita sesuai dengan aturan dengan ada, sesuai prosedur. Kita membangun ada aturan, ” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kaya (Disparekraf) DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia.

Aturan yang dipakai untuk menutup Diskotek Golden Crown tersebut, kata Cucu, adalah Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 18/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Wisata yang mengamanatkan penutupan tempat usaha dengan pencabutan izin Tanda Jadwal Usaha Pariwisata (TDUP) bagi tempat hiburan yang membiarkan terjadinya perputaran narkotika di tempatnya.

Setelah pihaknya memberikan rekomendasi di DPMPTSP, akhirnya Kepala DPMPTSP Benni Aguscandra mengeluarkan surat keputusan dengan Nomor 19 tahun 2020 pencabutan TDUP PT Mahkota Aman Sentosa.

“Kalau mereka membabatkan gugatan. Gugatan itu hak itu kan. Kami hanya menjalankan barang apa yang diamanatkan oleh aturan perundangan, kami bantu Dinas PTSP nanti beri masukan, ” katanya.

“Sesuai Pergub 18/2018 yang mengamanatkan jika ada pembiaran dibanding manajemen, itu kita langsung cabut izinnya gak pake surat peringatan lagi, ” ujar Cucu.