Jakarta, Akuratnews.com – Perseteruan Kak Seto dan Arist Merdeka Sirait tampaknya akan berlanjut. Kak Seto (Seto Mulyadi) sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) sekali lagi meminta Arist Merdeka Sirait yang seolah masih mengklaim dirinya sebagai Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) meskipun mandatnya sudah dicabut, untuk tidak mencatut logo LPAI di setiap acara yang diadakannya.

Tindakan Kak Seto ini didukung oleh seluruh pengurus, termasuk Sekjen LPAI, Henny Adi Hermanoe, Ketua LPAI Jawa Tengah, Samsul Ridwan, dan juga Ketua LPAI Jawa Timur, Dr. Sri Adiningsih, menyikapi ketidakpedulian Arist terhadap beberapa kali peringatan mereka.
“Kalau masih ada yang coba-coba memakai logo LPAI tanpa ada hubungan hirarki dengan kantor LPAI di Salemba, kita akan melakukan tindakan hukum,” ujar Samsul Ridwan.

Advokasi yang juga pegiat perlindungan anak ini memastikan bakal mengambil langkah komperhensif termasuk upaya hukum. “Dalam waktu dekat kita akan lakukan sejumlah langlah, termasuk langkah hukum,” ucapnya.

Karena, menurutnya, sosok pendamping anak yang berhadapan dengan hukum, baik itu sebagai saksi, korban maupun pelaku, harus dan wajib memiliki sertifikasi. Hal itu sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Di tempat terpisah, Ketua Lembaga LPAI
Seto Mulyadi alias Kak Seto juga mengatakan sangat menyesalkan sekali tindakan Arist yang masih berani menyelenggarakan kegiatan meski sudah dicabut mandatnya oleh seluruh LPAI daerah.

Seperti diberitakan, di masa pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM), Komnas PA yang tidak memiliki dasar hukum legal dan sebuah organisasi yang menamakan dirinya Perkumpulan Jurnalis Kesehatan dan Lingkungan (JPKL) yang ditengarai organisasi yang tidak jelas status hukumnya, baru-baru ini menggelar Peringatan Hari Anak Nasional 2021 untuk bayi, balita, janin, harus bebas BPA. Sebuah isu yang diduga didasari persaingan bisnis air minum kemasan.

Selanjutnya 1 2