AKURATNEWS. COM -Banjir akibatkan akses jalan utama warga lumpuh. Banjir kerap terjadi pasca diguyur hujan deras di Jalan Utan Kayu Pondok Jaya, Cipayung Tanah air Depok.

Banjir bahkan bisa mencapai seukuran pinggang orang dewasa tersebut sudah jadi fenomena berat bagi warga sekitar serta para pengendara yang sering melintasi jalan yang jadi akses utama penghubung kurun Depok dan Bogor tersebut.

“Tiap beres diguyur hujan lumayan lama, Jalan Utan Jaya positif banjir. Apa lagi kalo deras bisa sampai menahan akses jalan utama warga Depok dan Bogor”, kata pendahuluan Agus, warga Pondok Hebat, Cipayung, Depok, Sabtu, (22/5).

Dia & warga pengguna jalan lainya bahkan harus urungkan niat melintasi banjir di Ustaz Utan Jaya lantaran ketinggian banjir bisa sampai ukuran pinggang orang dewasa.

“Ya ngak tersedia yang mau nekat terjang banjir kalo air udah tinggi. Apa lagi kalo hujannya deres dan lama. Banjirnya bisa sampai sepinggang orang dewasa mas”, tutur Agus.

Banjir di Jalan Utan Jaya dan beberapa rumah letak wilayah Pondok Jaya, Cipayung ini salah satu lokasi yang sejak lama jadi keluhan warga lantaran tidak kunjung bisa diatasi Negeri Kota Depok hingga sekarang.

“Sudah terjadi lebih dari lima tahun lalu. Warga yang umum melintas sampai hafal kalo setelah hujan deras nyata banjir dan harus seleksi akses jalan memutar lewat gang yang cuma pas dilewati satu motor”, kata pendahuluan Bowo, pedagang di sekitar lokasi banjir Jalan Daerah Utan.

Tatkala itu, Ketua RT 008 RW 04 Pondok Hebat, Cipayung Depok Hary Pujianto membenarkan jika jalan dilingkunganya kerap jadi akses ulama alternatif pengendara motor masa menghindari banjir di Bulevar Utan Kayu.

“Pasca hujan deras, timah lingkungan ini (RT 008/04) memang sering jadi berkepanjangan alternatif motor saat terjadi banjir di akses jalan utama warga Pondok Hebat yang juga berbatasan wilayah Bogor”, ujarnya.

Banjir yang kerap berlaku itu menurut Hery, juga sudah lama jadi keluhan warga sekitar karena banjir bisa sampai masuk kebeberapa rumah warga yang berkecukupan di wilayah RT 002 dan 005 RW 04.

“Sekitar tiga atau empat tahun lalu warga bahkan sempat diungsikan sementara karena beberapa rumah warga terendam ketinggian paluh air”, kata Hery.

Hery dan masyarakat juga berharap pemerintah tanah air bisa serius menangani masalah banjir kerap terjadi pasca hujan deras.

“Harapanya ya supaya pemerintah kota bisa serius, cepat mengatasi banjir di kurang rumah warga dan hidup yang jadi akses istimewa warga Pondok Jaya itu”, tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok Dadan Rustandi masih belum berikan respons saat dihubungi per pesan singkat Jumat, (21/5)

Hingga informasi ini ditayangkan, Dadan terang masih belum mau berikan respon terkait titik banjir yang menjadi keluhan awak dan para pengguna Ustaz Utan Kayu, Pondok Jaya Cipayung Depok.

Meski begitu sebelumnya Dadan sempat mengatakan dirinya hendak lakukan tinjauan langsung kelokasi banjir.

“Saya akan liat lokasinya zaman. Nanti baru bisa diketahui penyebab dan langkah jalan penangananya akan seperti apa”, ujar Dadan di pejabat DPUPR, Kamis, 16 Mei 2019 lalu.

Untuk diketahui, sekitar tahun 2016 sampai 2018 awut-awutan DPUPR Depok pernah kucurkan dana dilokasi banjir tersebut. Nilainya kurang lebih sampai Rp. 2 miliar.

Gelontoran dana APBD Depok itu untuk ralisasikan peninggian exsisting Jalan Utan Kayu dengan betonisasi hidup dengan tebal sekitat 20 centimeter.

Perbaikan drainase di pinggir timah tersebut juga pernah dikerjakan namun masih belum berharta tangani banjir.

Kendati begitu, penanganan banjir tampak mandek seolah urusan banjir masih belum siap prioritas penanganan pihak Pemerintah Kota Depok.