Surabaya, Akuratnews.com – Semarak menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76 Tahun, Warga Kelurahan Mulyorejo lakukan bersih-bersih dan pengecatan ulang patung Moeljono dan Sari Redjo, di jalan Mulyorejo, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya.

Kegiatan yang dilakukan oleh warga ini, adalah bentuk edukasi sejarah dari nama kampung Mulyorejo. Nama Mulyorejo sendiri adalah untuk mengenang peristiwa gugurnya pahlawan dalam pertempuran Surabaya tahun 1945, “Moeljono dan Sari Redjo”, Dua pemuda asal Dukuh Kepiting yang dengan gagah berani menghadang tank pasukan Inggris.

Sebagai bentuk penghormatan warga kepada pahlawan, warga mengganti nama kampung Dukuh Kepiting tersebut menjadi ‘Mulyorejo’, dan membangun monumen digambarkan dalam patung Moeljono naik kuda dengan pakaian Jepang, sedang Sari Redjo berdiri sambil memegang bambu runcing.

Hariyanto, selaku Ketua LPMK Mulyorejo mengatakan, bahwa pengecatan patung Moeljono dan Sari Redjo yang merupakan patung pahlawan asli Mulyorejo adalah bentuk upaya melestarikan sejarah untuk anak cucu, khususnya anak Mulyorejo. “Mereka harus tau, bahwa nama Mulyorejo bukan hanya sekedar nama, tapi nama dua orang pahlawan yang telah gugur membela kemerdekaan,” katanya, pada Minggu (8/8/2021).

Lebih lanjut, selain membersihkan patung dan di cat untuk memperindah patung, kegiatan ini rutin digelar setiap tahun. “Nanti juga ada ziarah ke makam Moeljono dan Sari Redjo yang ada di taman makam pahlawan ngagel,” ujarnya.

Hariyanto berharap, kegiatan sederhana ini bisa memupuk rasa nasionalisme dan patriotisme generasi muda Mulyorejo. “Semoga kegiatan sederhana ini bisa memupuk generasi-generasi selanjutnya untuk lebih mencintai, meneladani dan lebih peduli terhadap sebuah sejarah panjang pedukuhan yang saat ini bernama Mulyorejo,” pungkasnya.