Beirut, Akuratnews. com – Sebuah ledakan dahsyat mengguncang ibukota Lebanon, Beirut, Selasa (4/8). Sejumlah laporan menyebutkan, setidaknya sepuluh orang meninggal dunia dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.

Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hasan mengatakan, ada banyak korban luka dan insiden tersebut membuat kerusakan besar.

Gambar dari lokasi kejadian memperlihatkan tabun tebal membumbung ke angkasa sesudah ledakan pertama terjadi.

Kemudian terjadi ledakan kedua yang jauh lebih besar yang tampaknya menghancurkan beberapa bangunan di sekitarnya. Ledakan ini menyerupai cawan raksasa, serupa ledakan bom berdaya ledak tinggi.

Salah seorang saksi mata kepada BBC mengatakan, ledakannya begitu besar hingga menyangka ia akan tewas. Ledakan itu juga dikatakannya sangat memekakkan kuping.

Media setempat mengecap, banyak orang-orang terjebak di lembah reruntuhan. Sejumlah mobil-mobil dan gedung di sekitarnya yang rusak berat. Bahkan beberapa rumah sakit dikabarkan kewalahan menerima para korban.

Laporan CNN menyebutkan, ledakan yang menyerupai bom ini berawal dari kebakaran besar yang terjadi di sebuah gudang penyimpanan mercon dekat pelabuhan di Beirut.

Ledakan itu merusak banyak bangunan, tercatat kediaman mantan Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri. Bahkan rumah sekitar 10 kilometer dari lokasi ledakan, ikut mengalami kerusakan.

“Rasanya seperti gempa dunia. Saya rasa lebih besar sejak ledakan saat pembunuhan Hariri pada 2005, ” kata seorang wanita di pusat Kota Beirut kepada  AFP .

Seperti diketahui, Hariri tewas dalam aksi bom pati padam diri pada iring-iringan mobilnya 14 Februari 2005 lalu.   Empat anggota Hizbullah  didakwa atas pembunuhan tersebut di pengadilan Belanda. Vonis atas dakwaan tersebut rencananya dibacakan Jumat depan.

Israel sendiri segera menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam ledakan itu.

“Israel tidak tersedia hubungannya dengan insiden itu, ” kata pejabat yang enggan mengecap namanya, seperti dikutip  Al Arabiya .

Gajah Luar Negeri Israel, Gabi Ashkenazi mengatakan kepada televisi Israel N12, ledakan itu kemungkinan besar merupakan kecelakaan yang disebabkan oleh kebakaran.

Kepala Keamanan Umum Lebanon, Abbas Ibrahim menduga ledakan berasal dari bahan peledak yang disimpan di kawasan tersebut bertahun-tahun sebelumnya.

“Nampaknya ada gudang yang menyimpan material dengan disita bertahun-tahun lalu, dan tampaknya material itu berdaya ledak agung, ” ujar Ibrahim.

Pemerintah Lebanon sendiri lewat Pertama Menteri Tammam Salam menetapkan Rabu (5/8) sebagai Hari Berkabung Nasional  dan akan melakukan investigasi atas ledakan tersebut.