Manggarai, Akuratnews. com – Detik-detik terakhir pelaksanaan Penetapan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Kabupaten Manggarai tahun 2020, masyarakat dihebohkan dengan oleh rekaman video penghadangan logistik Pilkada di wilayah Daerah Welu, Kecamatan Cibal, pada hari Selasa 8 Desember 2020, sekitar Pukul 22: 30 WITA.

Rekaman video amatir berdurasi 3 menit 27 detik tersebut menayangkan sejumlah perseorangan warga berpapasan dengan petugas pembagian logistik Pilkada. Warga menanyakan jalan pendistribusian logistik yang diduga tanpa pengawalan ketat aparat kepolisian.

Selain itu, warga juga menyoalkan mobil Bumdes desa setempat yang dipakai para petugas buat mendistribusikan logistik Pilkada ke satu diantara titik Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketika dikonfirmasi terkait peristiwa itu, Ketua Komisi Penetapan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Thomas Aquino Hartono memastikan proses pembagian logistik Pilkada dilaksanakan dengan penjagaan ketat aparat kepolisian. Ketua KPU menjelaskan bahwa distribusi logistik Pilkada tidak seperti yang narasikan sebab oknum dalam video viral itu.

“Apapun yang ada dalam itu video kita bisa klarifikasi intinya pendropingan logistik lantaran Kabupaten ke Kecamatan itu dikawal oleh kepolisian, dari Kecamatan datang ke Desa juga dikawal oleh kepolisian, begitu juga dari Daerah ke TPS juga dikawal oleh kepolisian. Narasi dalam video itu tidak seperti yang dipikirkan, ” jelas Thomas Aquino Hartono per WhatsApp, selasa malam.

Thomas menerangkan, “Jumlah TPS dalam Kabupaten Manggarai 696 TPS. Video itu adalah video pendropingan sebab Desa ke TPS. Jadi semacam itu penjelasannya, ” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Divisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran, Penindakan, dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Manggarai Fortunatus Hamsah Manah menegaskan bahwa metode distribusi Logistik Pilkada dilaksanakan dengan pengkawalan ketat pihak kepolisian, “Sampai di titik TPS, ” tegasnya.

“Yang pasti Pengawas Desa dan Panwascam kawal sendat sampai TPS. Dan logistik telah selamat sampai TPS. Kami pastikan dibawah pengawalan ketat kami. Perkara pengawalan pihak kepolisian sebaiknya tanya pak Kapolres, ”

Terkait video yang viral pada media sosial, Fortunatus Hamsah Ingatan menerangkan bahwa pihaknya belum mampu memastikan identitas oknum atau lelompok pelaku penghadangan di Desa Welu Kecamatan cabal itu, “Kami belum bisa pastikan identitas kelompok itu, ” tegasnya.

Bahan yang dihimpun, diketahui salah seorang warga pelaku pengadangan Logistik Pilkada di Des Welu Kecamatan Cibal itu atas nama Stanislaus E. Weot. Pria yang berprofesi jadi guru komite salah satu sekolah di Kecamatan Cibal itu adalah anggota Tim Sukses Paslon Cabup/Cawabup Herybertus Nabit-Heribertus Ngabut alias paket Hery-Heri alias H2N.

“Kedua, kenapa mobil Bumdes ini menjadi alat untuk kemudian mengambil logistik tentang pemilu. Tidak tersedia anggaran kah? Itu pertanyaannya. Kudu jelaskan tentang itu, ” membuka Stanislaus.

Stanis pula mengaku tidak menghadang mobil logisitik Pilkada. Ia mengaku hanya buat memastikan proses distribusi logistik bisa sampai di tempat tujuan. Dalam rekaman video itu, Stanis mengutarakan akan bertanggungjawab atas kelakuanya itu.

“Saya yang bertanggungjawab tentang ini barang, yang lain tidak usah bicara! Supaya tak salah keluar informasinya. Tidak ada penghadangan. Saya tegaskan, tidak ada. Jangan sampai salah lagi, ” tegasnya.

Dikutip dibanding media Tajukflores. com, Selasa 8 Desember 2020, Kapolsek Cibal, Ipda Heribertus Edot membenarkan adanya perihal penghadangan logistik Pilkada.

“Jadi kita sudah ke kedudukan dengan Pak Camat. Memang ada terjadi hal semacam itu, ” cakap Ipda Heribertus.

Ipda Heribertus menjelaskan bahwa peritiwa itu terjadi kerena kesalahpahaman. Kapolsek Cibal itu menepis tudingan oknum Awak Sukses Paslon Cabup/Cawabup Stanislaus E. Weot yang menyatakan bahwa distribusi logistik Pilkada tanpa pengawalan bagian Kepolisian.

“Tapi sesungguhnya petugas itu ada, hanya jadi karena tidak tahu jalan, duga ketinggalan sedikit di belakang. Dan waktu saya ke TKP dengan Pak Camat dan Panwas pula, saya ketemukan saya punya anggota (dengan warga penghadang), ” terang Ipda Heribertus.

Kejadian di TKP saat itu berlangsung kondusif pihak kepolisian Polsek Cibal memberi pemahaman kepada warga, sehingga proses distribusi logistik akhirnya dilanjutkan dengan pengawalan kepolisian.

“Begitu sampai di lokasi, saya bilang, ini hajatan nasional, tidak ada penghadangan, tolong dikasih hidup. Dan anggota Polres langsung jaga, ” kata Ipda Heribertus.

Ipda Heribertus juga membenarkan jika logistik yang diangkut mobil milik Bumdes Welu dalam iklim baik, “Saya dengan Pak camat sudah periksa itu tadi, pas sekali tidak ada (kerusakan), ” katanya.