Depok, Akuratnews. com kepala Sebagai kota yang berbatasan tepat dengan Jakarta, Kota Depok ternyata sebagai kota dengan biaya hidup layak termahal di Jawa Barat (Jabar).

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Mufti Swaghara, Rabu, (17/2). Mufti menyebut, biaya untuk bisa hidup dengan layak di Praja Depok itu paling mahal se-Jawa Barat.

“Di Kota Depok standar minimal layak buat bisa hidup sehari-hari di Tanah air Depok membutuhkan biaya Rp 688. 194 per orang dan bola lampu bulannya, ” katanya.

Sedang, masih kata Mufti, dibandingkan jika seseorang yang sehari-hari tumbuh di Kota Banjar sebulannya hanya memerlukan biaya sekitar Rp 344. 363, untuk dapat hidup dengan dasar minimal yang layak.

“Karena Depok paling luhur, jadi bisa dibandingkan dengan kota manapun di Jawa Barat, ” ujarnya.

Meski sejenis, Mufti juga mengungkapkan, jika Tanah air Depok juga tercatat sebagai kota dengan tingkat kemiskinan paling luhur di Jabar.

Di tahun 2020 tingkat kemiskinan pada Kota Depok juga alami peningkatan dari tahun 2019 lalu dengan mencapai sebesar 2, 07 persen atau sekitar 49, 35 seperseribu jiwa.

Sedang, indikator kemiskinan pada 2020 mengalami pengembangan menjadi 2, 45 persen atau sekitar 60, 43 ribu spirit. Pandemi telah mengubah kondisi kemiskinan di Kota Depok.

Mufti menilai peningkatan jumlah penduduk miskin di Kota Depok tergolong wajar, mengingat resesi ekonomi yang terjadi sebagai dampak terjadinya pandemi berkelanjutan.

“Secara kualitas, kemiskinan di Kota  Depok  sedang tetap menjadi yang terbaik di Jawa Barat, dimana indeks kedalamannya tetap terbaik di angka 0, 29, sedangkan indeks keparahan kemiskinannya juga tetap yang terbaik dalam jawa barat dengan nilai 0, 06, ” pukas Mufti.