Jakarta, Akuratnews. com – Sektor pariwisata sangat terimbas dengan adanya pandemi Covid-19. Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan, sejumlah fasilitas wisata di tanah air turut ditutup, khususnya di wilayah DKI Jakarta. Indonesia perlu meggalakkan promosi pariwisata, khususnya DKI Jakarta, sebagai ibukota negeri yang diketahui memiliki sektor turisme yang sangat menjanjikan, khususnya wisata sejarah yang terdapat dibeberapa daerah ibukota.

Ada kejadian menarik yang dilakukan oleh Universitas Budi Luhur (UBL), dalam mempromosikan pariwisata di ibukota di kala pandemi Covid–19. Melalui layanan Maya Zoom, UBL mengajak masyarakat umum untuk melihat bagaimana kekinian sejak Kota Tua, yang diketahui sebagai wisata sejarahnya ibukota. Berbagai gedung tua peninggalan masa penjajahan berkonsep bangunan eropa diulas dalam virtual zoom tour Budi Luhur pada Kawasan Kota Tua, yang kali ini di moderatori oleh Humas dan Dosen Universitas Budi Unggul Prodi Komunikasi Pariwisata, M. Alfansyah Harahap dan Doddy Wihardi.

Rektor Universitas Budi Besar   Dr. Ir. Wendi Usino, M. Sc., M. M, menjelaskan kegiatan Virtual zoom dalam rangka promosi pariwisata Kota Tua dalam Jakarta, merupakan kegiatan inovatif serta kreatif dari komunikasi pariwisata yang menyelenggarakan virtual tour ke Jakarta atau Jakarta Kota Tua.

“Kegiatan yang positif Itu adalah sebuah ide kreatif lantaran rekan-rekan UBL yang mencoba menganjurkan kesempatan bagi teman-teman kita dengan belum dempat jalan-jalan dan dengan belum pernah ke Kota Tua di mana biasanya virtual tour sudah direkam tidak interaktif. Nah ini ada sebuah program dengan relevan interaktif bahkan mungkin mampu request mau lihat apa, bersetuju pesan apa dan sebagainya. Moga dengan kegiatan yang inovatif Itu bisa memberikan ide kepada teman-teman yang lain untuk berkreasi walaupun kita masih dalam kondisi terpatok, ” papar Dr. Windi, dalam virtual zoom yang dihadiri sebab ratusan pemirsa, Sabtu (20/6).

Lebih jauh, Rektor memapatkan di mana UBL dan tentunya perguruan tinggi yang lainnya selalu masih masuk dalam tahap PSBB atau kegiatan dengan batasan cocok intruksi dari pemerintah terkait perkuliahan.

“Saya ucapkan apresiasi kepada Anastasia Putri (moderator serta dosen UBL) kepada Pak Alfan dan Pak Dodi, yang sudah dengan sukarela mengunjungi kota primitif untuk memberikan sedikit atau menghilangkan rasa kangen untuk jalan-jalan, karena kita belum bisa melihat bagaimana kondisi sekarang setelah sekian bulan penerapan PSBB, ” terangnya.

Menjawab peran serta Kampus dalam rangka promosi pariwisata, Dr. Wendy mengungkapkan, kegiatan virtual tour ini ke depan bisa berkolaborasi dengan beberapa duta besar pada mancanegara. Di mana pertama pihaknya akan menawarkan virtual tour itu dengan duta besar di Italy yang diketahui sebagai negara dengan memiliki kunjungan turis mancanegara yang cukup tinggi dan mendapatkan imbas yang cukup besar akibat pandemi Covid-19.

“Italy adalah sebuah negara yang pariwisatanya sangat terkenal. Turis yang datang ke Italy jumlahnya jutaan setiap tarikh. Lebih banyak daripada Indonesia. Jadi mungkin upaya kita untuk mengkolaborasikan Budi Luhur dengan KBRI di Roma untuk menawarkan sebuah program virtual tour dengan pertukaran antara virtual tour di Jakarta ataupun Indonesia dengan virtual tour dengan ada di Italy. Ini lupa satu upaya, supaya bisa kita mengedepankan program ini, program-program virtual tour yang kita selenggarakan untuk tujuan wisata di Indonesia, ” paparnya.

Senada secara Rektor UBL, Dosen Komunikasi Turisme UBL mengatakan, melalui virtual tour ini, juga salah satu promosi pariwisata, dimana kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi Kampus Budi Luhur untuk ikut mempromosikan pariwisata.

“Kegiatan itu diharapkan menjadi promosi pariwisata khususnya di Jakarta, dalam rangka balik menggeliatkan pariwisata khususnya di DKI Jakarta, ” pungkasnya.

Dakam virtual tour kali ini, peserta virtual zoom diajak oleh para-para Tour Guide mengunjungi tiap sudut Kota Tua, dimana terlihat kesibukan perekonomian sudah mulai menggeliat. Walau terlihat masih cukup sepi, di hari pertama mulai dibukanya sebanyak tempat wisata di Jakarta, situasi ini menjadi tanda dan harapan baru akan kembalinya kondisi perekonomian yang lebih baik memasuki new normal di tanah air.