AKURATNEWS – Penipuan mengatasnamakan aparat kepolisian kembali berlaku di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Rabu (29/9/2021).

Pelaku penipuan yang terindentifikasi bernama Gunawan itu mengaku sebagai Kapolsek Sinjai Borong, Ipda Sasmito.

Dalam melakukan aksinya, Gunawan (pelaku) meminta sejumlah uang jutaan rupiah kepada keluarga pelaku tindak pidana yang ditangani Reskrim Polsek Sinjai Borong.

Kapolsek Sinjai Borong, Ipda Sasmito mengatakan, Gunawan (pelaku) tersebut menggelabui korbannya bernama Rustam (55), warga Desa Jeppara, Desa Batu Belerang, Kecamatan Sinjai Borong dalam Selasa kemarin.

“Gunawan (pelaku) ini mengatasnamakan saya. Dia meminta uang kepada Rustam sebesar Rp5 juta dengan dijanjikan urusan yang menimpa keluarganya tak diproses hukum, ” ungkapnya.

Sasmito menerangkan bahwa kronologis peristiwa penipuan berawal ketika korban mendapat telepon dari seseorang menggunakan telepon bernomor 081286952899.

Gunawan (pelaku) kemudian menyampaikan bahwa kasus yang menimpa saudara iparnya berna Hamide (pelaku pengrusakan kemudahan Tahura 25 September 2021 lalu) tidak dilanjutkan ke proses hukum asalkan sanggup menyediakan dana Rp5 juta rupiah untuk dihadapkan ke Bapak Kapolres Sinjai.

Saat itu, Rustam (korban) hanya menyanggupinya Rp3 juta saja. pelaku lalu menyampaikan ke korban bahwa akan melaporkan hal tersebut ke Bapak Kapolres Sinjai.

Berselang lima menit, pelaku kembali menghubungi korban dan menyetujui kepandaian korban tersebut dan akhirnya pelaku mengirim nomor bon BNI 1232 214 092 An Gunawan ke korban.

Akhirnya pada pukul 14. 37 Wita, korban mentransfer uang ke rekening tersebut sebesar Rp3 juta melalui BRI Link di dekat rumahnya.

Beberapa saat lalu, pelaku kembali menghubungi target bahwa pihak Kejaksaan Sinjai An Rijal, juga menodong dana Rp2 juta supaya kasus saudara iparnya itu tidak disidangkan di pengadilan.

Korban lalu kembali melakukan transfer pada BRI Link secara tunai pada nomor rekening yang serupa dengan alasan nanti karakter yang menyerahkan dana tersebut ke Jaksa Rijal.

Pukul 16. 45 Wita, korban kembali dihubungi oleh Gunawan (pelaku) agar ke Polsek Sinjai Sekaligus untuk menandatangani surat maklumat pencabutan Laporan Polisi dengan membawa fotocopy kartu keluarganya sebanyak 2 lembar.

Korban kemudian bergegas menuju Kantor Polsek Sinjai Borong. Dalam perjalanan, korban kembali di telepon oleh pelaku agar mengirim denyut ke nomor handpone dengan digunakan pelaku senilai Rp200 ribu dan korban menyanggupinya.

Setelah muncul di Kantor Polsek Sinjai Borong dan bertemu dengan petugas jaga Mako, korban menanyakan keberadaan Bapak Kapolsek, maka disampaikanlah bahwa Abu Kapolsek sedang di asing kantor, sehingga korban meminta untuk dihubungi Kapolsek melalui telepon selular.

“Saat berbicara langsung secara saya, korban tersadar sebab suara dan dialeg hamba sangat berbeda dengan suara pelaku (Gunawan), sehingga target pada saat itu menyampaikan peristiwa yang baru dialaminya dan sadar bahwa dirinya telah ditipu, ” beber Sasmito.