Surabaya, Akuratnews. com – Usai kekacauan yang terjadi di wilayah Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Kamis (17/6/22) malam, Polrestabes Surabaya dikabarkan menyimpan puluhan suporter Persebaya, Bonekmania.

Saat dikonfirmasi, Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, AKP M Faqih membenarkan hal tersebut.

“Yang diamankan 92 karakter yang terdiri dari 90 laki-laki dan dua hawa, ” terang AKP M Faqih, saat dikonfirmasi awakmedia, Jumat (18/6).

Usai digelandang ke Mapolrestabes, lanjut Faqih, para Bonek itu langsung menjalani swab tes antigen Covid-19.

“Hasil dari swab antigen tersebut, ke 92 orang itu semuanya dinyatakan negatif, ” ungkapnya.

Pengamanan tersebut kata Faqih, hanya bersifat tatkala. Beberapa dari mereka selalu sudah ada yang dipulangkan.

Pengamanan terhadap Bonek Mania ini berawal dari, konvoi ribuan pengikut Persebaya Surabaya tersebut di dalam rangka peringatan ulang tahun klub kebanggaannya ke-94 tahun. Namun kejadian tersebut diwarnai kericuhan.

Untuk membubarkan massa yang begitu banyak dan tidak mematuhi protokol kesehatan, Polisi terdesak menembakkan gas air timbil.

Mulanya kawula yang berada di Kaza City Mall, yang letaknya tidak jauh dari Stadion Gelora Sepuluh November sangat kondusif. Mereka merayakan keadaan jadi Klub kebanggan tanah air Surabaya  yang ke 94 itu, dengan menyanyikan chant-chant khas Bonek Mania.

Suasana menjadi tidak kondusif setelah ada lemparan batu dari arah kecil kerumunan Bonek. Hal tersebut dilakukan oleh beberapa pemuda tak dikenal.

Bukan hanya batu, penuh benda lain serta mercon yang beterbangan mengarah ke petugas keamanan.

Melihat situasi tersebut, pihak kepolisan menembakkan gas air mata, untuk mengurai massa. Sontak ribuan bonek tersebut berlarian.

Sementara itu, pentolan dan pemimpin Bonek, Heri Agus Supriyanto, mengaku tak tahu menahu perihal aksi konvoi Bonek menyambut ulang tahun Persebaya tersebut.

“Aku nggak paham kalau Bonek datang ke Tambaksari, raka, ” kata pria dengan akrab disapa cak Tessy ini.

“Nggak ada koordinasi, nggak ada yang nyuruh, mungkin lantaran pikirannya sendiri-sendiri aja dengan datang ke sana, nggak ada yang nyuruh, ” imbuh Tessy.

Disinggung terkait nekat para Bonek yang tetap arak-arakan dan turun ke ustaz, disituasi pandemi Covid-19 belumlah usai, cak Tessy mengiakan tidak tahu.

“Nggak tahu mas bingung, ” tutupnya.