Jakarta, Akuratnews. com – Di tengah krisis akibat wabah Corona, pengusaha diminta tetap membayar Tumpuan Hari Raya (THR) secara lengkap.

“Belakangan ini, penuh pengusaha yang mengatakan perusahaannya merana akibat imbas wabah Corona jadi tak mampu membayar THR, ” ujar Presiden Konfederasi Serikat Pelaku Indonesia (KSPI), Said Iqbal pada Jakarta, Selasa (28/4).

Said menyesalkan sikap Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah yang memberi rahmat perusahaan yang arus kasnya tertindas untuk mencicil atau menunda pembalasan THR.

“Kami tidak setuju dengan sikap Menaker, ” tegas Said Iqbal.

Ia mengingatkan, Menaker tidak bisa terlalu pro pengusaha tetapi melecehkan hak buruh termasuk THR.

“Kalau perusahaan mengatakan menderita, maka perusahaan harus membuat laporan kas dan neraca keuangan selama dua tahun terakhir untuk diperiksa pemerintah melalui kantor akuntan jemaah, ” lanjutnya.

Lantaran hasil audit itulah, lanjut Said, dapat diketahui perusahaan benar-benar hilang atau sekedar cari-cari alasan.

“Termasuk, kita akan terang, masih ada cadangan kas atau tidak, ” ucapnya.

Menurut Said, audit keuangan sesuai ini memberikan keadilan bagi kerabat buruh. Bukan dengan seenaknya mengutarakan rugi dan tidak bisa tukar upah dan THR.

“THR dan upah harus dibayar penuh agar daya beli buruh saat lebaran dan pandemi Corona tetap terjaga. Sehingga konsumsi kelompok tetap baik, ” pungkasnya.