Jakarta, Akuratnews. com porakporanda Aksi unjuk rasa yang dikerjakan sejumlah elemen masyarakat dalam menyikapi pengesahan omnibus law UU Membangun Kerja tak sedikit yang sudah rusuh.

Menyikapi hal itu, Stefanus Frara Ketua Bidang Pemuda Dan Olahraga DPD KNPI DKI Jakarta berbenturan dengan Teofilus Mian Parluhutan Eksekutif Generasi Muda Visioner (GEMUVI) angkat bicara.

Menurutnya, kerusuhan yang terjadi secara murni di sejumlah daerah saat kegiatan demonstrasi berlangsung bisa dicegah secara deteksi dini dan cegah pra gangguan keamanan.

“Sebagaimana mestinya fungsi intelkam akan lebih baik mempersiapkan upaya pencegahan atau deteksi dini agar tidak terjadi aksi penyampaian pendapat yang berujung rusuh” ujar Stefanus dalam tanda pers di Jakarta, Jumat, (23/10/2020).

“Jika deteksi pra dan cegah dini gangguan kebahagiaan bisa dilakukan, beban Polri di menjaga keamanan di Indonesia tentunya akan lebih ringan. Hal ini lah yang menjadi dasar bahwa polisi merupakan garda terdepan bagi Polri yang bertugas menjaga keamanan negara Indonesia, ” ujar Direktur GEMUVI

Menurut Mereka, kesibukan menyampaikan aspirasi dengan aksi muncul rasa adalah sah di era demokrasi, namun terjadinya kegaduhan saat aksi menodai substansi sebab demonstrasi tersebut.

Oleh karena itu dari itu Mereka meminta Kapolri untuk mengevaluasi kinerja Baintelkam Mabes Polri dalam deteksi dini & cegah dini gangguan keamanan di dalam penanganan Aksi Tolak Omnibus Law Cipta Kerja.

“Saya berharap Kapolri yang merupakan pimpinan tertinggi Kepolisian mengevaluasi agar hal-hal seperti ini bisa teratasi lebih dulu” ujar Stefanus

“Saya berharap Kapolri bisa mengevaluasi kinerja Kabaintelkam ataupun jajarannnya, jalan dari segi kepemimpinan, pelaksanaan teknis, maupun anggaran. Mungkin kinerjanya kurang maksimal karena banyak anggarannya dengan dialihkan dan dipakai untuk penanganan Covid-19. Atau mungkin Kabaintelkam mempunyai fokus yang berbeda dengan perintah dari pimpinan tertinggi Polri, ” kata Teo.

Patuh mereka peran intelijen Polri harus ditingkatkan, pencegahan harus dimaksimalkan daripada penanganan gangguan keamanan.

“Meskipun tampak menjadi bagian yang kurang populer dibanding fungsi yang lain, intelijen untuk pencegahan gangguan kebahagiaan harus ditingkatkan. Jangan sampai tersedia kesan pembiaran sehingga kemudian berlaku kerusuhan dalam aksi demonstrasi beberapa minggu terakhir ini, ” mengakhiri Teofilus.

“Bagian apapun walaupun tampak kurang populer sesuai yang dibicarakan direktur Gemuvi, akan tetapi Intelkam adalah salah satu bagian terutama dalam mendeteksi gangguan keamaan yang akan terjadi” tutup Stefanus.