Kinshasa, Akuratnews. com – Kontak senjata antara Pasukan Perdamaian PBB di Kongo (MONUSCO) secara milisi Pasukan Demokrat Sekutu (ADF) Kongo terjadi Minggu (22/6).

Pasukan MONUSCO diserang saat berpatroli sekitar 20 km dibanding kota Beni di provinsi North Kivu, Republik Demokratik Kongo.

Akibat serangan itu, Prajurit Nasional Indonesia (TNI) berduka. Satu diantara prajurit terbaiknya yang tergabung pada pasukan itu, Sersan Mayor Rama Wahyu gugur akibat ditembak milisi ADF.

Menurut fakta yang dihimpun, Serma Rama meninggal dunia pada Selasa (23/6) kemarin setelah sempat dirawat di RS.

“Serangan yang dikerjakan unsur-unsur yang dicurigai ADF, yang mana sebuah helm biru Indonesia terbunuh dan yang lainnya terluka, ” kata Kepala MONUSCO PBB, Leïla Zerrougui, Rabu (24/6).

Selain menewaskan Serma Rama, gempuran milisi ADF juga menyebabkan seorang prajurit TNI lainnya yang merupakan pasukan Satgas Kongo XXXIX-B RDB Monusco terluka.

Penulis Jenderal PBB Antonio Guterres membuktikan serangan terhadap pasukan PBB sanggup dianggap sebagai kejahatan perang. Dia menyerukan otoritas Kongo segera melakukan investigasi.

“Segera angkat mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan. PBB akan terus menanggung Pemerintahan Kongo dan rakyatnya di upaya menciptakan perdamaian dan kemantapan di timur negara itu, ” tegas Guterres.

Lembaga Keamanan PBB pun menyerukan penelitian atas kejadian itu.

“Anggota Dewan Keamanan mengecam membanting semua serangan dan provokasi terhadap MONUSCO. Serangan yang menargetkan pembela perdamaian dapat dianggap kejahatan konflik sesuai hukum internasional. Otoritas Kongo harus segera menyelidiki serangan itu dan membawa para pelaku ke pengadilan, ” tegas pernyataan Badan Keamanan PBB.

Buat diketahui, ADF berasal dari Uganda pada 1990-an, menentang pemerintahan Presiden Uganda Yoweri Museveni. ADF kemudian pindah ke Kongo.

Sampai saat ini, milisi ADF telah menewaskan 15 tentara PBB di pangkalannya dekat perbatasan Uganda pada Desember 2017, 14 dibanding Tanzania dan tujuh orang dalam serangan pada Desember.