Jakarta, Akuratnews. com – Amerika Serikat didesak oleh Uni Eropa untuk memberikan kelonggaran sanksi ke Iran. Pemberian sanksi yang dilakukan AS tidak lain dilakukan untuk membatasi rencana rudal balistik Teheran dan buntut Iran di Timur Tengah. Namun desakan ini ditolak oleh AS.

Adapun desakan Asosiasi Eropa ke AS untuk positif ekonomi Iran dalam menghadapi virus corona juga ditolak, kata diplomat utama Uni Eropa, Rabu (22/4/2020) seperti dilansir dari Reuters, Jumat (24/4/2020).

Kepala kecendekiaan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan Amerika Serikat menegah Dana Moneter Internasional (IMF) menolong Iran, negara Timur Tengah yang paling terdampak virus corona.

“Pertama, kami mendukung pelonggaran sanksi dan kedua, permintaan Iran kepada Dana Moneter Internasional (IMF) untuk bantuan keuangan, ” logat Borrell dalam konferensi pers virtualnya.

“Saya menyesalkan sikap Amerika, pada tahap ini yang menentang Dana Moneter Internasional buat mengambil keputusan ini. Dari sudut pandang kemanusiaan, permintaan ini seharusnya diterima, ” ucap Borrell.

Donald Trump kembali perlakukan sanksi terhadap ekspor minyak Teheran pada 2018 setelah AS menarik diri dari perjanjian kerjasama nuklir Iran 2015 antara Teheran dan enam kekuatan dunia.

Bacaan menarik lainnya Data HK

Teheran mengatakan program nuklirnya bertujuan untuk tujuan damai.

Pada tanggal, 15/4/2020, sebelumnya Amerika Serikat menentang pemberian likuiditas habis-habisan oleh Dana Moneter Internasional menggunakan penerbitan Hak Penarikan Khusus Baru, mirip dengan bank sentral yang menghasilkan uang baru, akan menguntungkan Iran dan negara lain.

Rencananya, ini mampu menyediakan ratusan miliar dolar cadangan devisa untuk 189 negara anggota Pemberian Moneter Internasional (IMF), menurut sumber yang mengetahui pertimbangan lembaga universal pemberi pinjaman tersebut.

Iran memiliki setidaknya 86. 000 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi. Antaralain penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona, dan lebih daripada 5. 000 kematian, menurut Reuters.

Uni Eropa telah memberikan bantuan kemanusiaan ke Iran meskipun ada sanksi AS.

Uni Eropa mengatakan di dalam 23 Maret lalu bahwa mereka mendukung permintaan Iran mendapakan tumpuan dari Dana Moneter Internasional (IMF).