Medan, Akuratnews. com – Usai libur Idulfitri tahun 2021 terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut). Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menginstruksikan kepada Bupati/Walikota untuk melakukan pengetatan protokol kesehatan tubuh (Prokes), termasuk menutup tempat hiburan malam.

Tempat-tempat hiburan malam yang tidak diizinkan beroperasi antara lain klab malam, diskotik, pub/live musik, SPA (Santre Par Aqua), bola berputar, bola sodok, mandi menguap, dan area permainan kegiatan. Selain itu, tempat per lainnya seperti karaoke tanggungan, karaoke eksekutif, griya pijat dan tempat hiburan sebentuk juga tidak diperbolehkan berdiam.

Langkah itu diambil karena kegiatan pada tempat-tempat hiburan tersebut tidak kegiatan yang esensial (mendasar) sehingga bisa dihentikan buat sementara waktu. Selain tersebut, di tempat-tempat hiburan terutama hiburan malam rentan berlaku pelanggaran Prokes.

“Kegiatan-kegiatan hiburan seperti tersebut bisa kita hentikan sebab bukan kegiatan pokok pribadi, dan di tempat per malam itu rentan berlaku pelanggaran Prokes, jadi buat sementara kita larang beroperasi, ” kata Edy Rahmayadi, saat rapat secara daring bersama Bupati/Walikota se-Sumut pada Rumah Dinas Gubernur, Berkepanjangan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Selasa (18/5).

Rerata kasus Covid-19 di Sumut mencapai 80, 92 per hari 14 hari terakhir (4 -17 Mei), meningkat 8% bila dibandingkan dengan periode sebelumnya (65, 42 kasus di dalam 20 April-3 Mei). Untuk mengendalikan kasus Covid-19, Edy Rahmayadi menerbitkan Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188. 54/14/INST/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bangsa dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Edy Rahmayadi meminta kepada Bupati/Walikota untuk segera menerbitkan Susunan Walikota (Perwal) atau Peraturan Bupati (Perbub) terkait arahan ini. Dengan begitu jalan pengetatan Prokes di kabupaten/kota bisa berjalan secepatnya.

“Ini sesuai secara instruksi Presiden, karena terjadi peningkatan kasus Covid-19 dalam Sumut. Saya minta Bupati/Walikota segera menanggapi instruksi tersebut dengan Perbub atau Perwal agar pengetatan Prokes mampu secepatnya kita lakukan, ” kata Edy Rahmayadi.

Selain menutup per malam, Instruksi Gubernur Sumut tersebut, juga membatasi jam operasional tempat makan & minum seperti restoran, panti makan, angkringan, pedagang suku lima, swalayan dan sentral perbelanjaan hingga pukul 21: 00 WIB. Bahkan untuk tempat makan dan minum pengunjung juga dibatasi 50% dari kapasistas maksimal.

“Mau tidak sedia harus kita batasi sebab kita tidak ingin umum Sumut lebih banyak sedang yang terpapar Covid-19, ” pungkas Edy Rahmayadi.

Menurut keterangan Penulis Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Arsyad Lubis Instruksi Gubernur Sumut kali ini serupa meminta kepada Bupati/Walikota untuk melakukan peningkatan fasilitas kesehatan tubuh untuk perawatan pasien Covid-19 yaitu ruang isolasi & Intensive Care Unit (ICU) sebesar 30% dari daya saat ini, serta wadah karantina terpusat. Dengan sejenis diharapkan pasien-pasien Covid-19 mampu di rawat di daerah masing-masing.

Itu juga sesuai dengan Tulisan Edaran Menkes Nomor HK 02/01/Menkes/11/2021, di mana buat zona dua (kuning) secara Bed Occupancy Rate (BOR) di atas 60-80% harus mengkonversi minimal 30% wadah tidur rawat inap penderita Covid-19. Sedangkan untuk ICU zona kuning minimal meningkatkan 15% ICU untuk menyelenggarakan pasien Covid-19.

“Kita perlu bekerja lebih kuat lagi, bersama-sama Pemkab/Pemko siapkan fasilitas kesehatan kalian sehingga pasien tidak menumpuk di Ibu Kota. Barang apa yang bisa kami tunjang akan kami bantu untuk meningkatkan tempat perawatan pasien Covid-19 di Sumut, ” kata Arsyad Lubis.

Instruksi Gubernur Sumut ini berlaku selama 14 hari dari tanggal 18 – 31 Mei 2021. Setelah itu, Satgas Pengerjaan Covid-19 Sumut akan kembali mengevaluasi hasil dari pengetatan Prokes ini untuk memutuskan kebijakan berikutnya.

“Setelah 14 hari mau kita evaluasi, kemudian kita tentukan lagi apa yang akan kita lakukan berikutnya, ” tambah Arsyad Lubis.

Turut terlihat mendampingi Gubernur Edy Rahmayadi, antara lain Sekdaprov Sumut R Sabrina, Kepala Biro Komunikasi dan Informatika Irman Oemar, Plt Kepala Jawatan Kesehatan Pemprov Sumut Aris Yudhariansyah, Kepala Satpol PP Tuahta Ramajaya Saragih, mengikuti Forkopimda Sumut.