Jakarta, Akuratnews. com- Hari tasrik belumlah terlewat dengan artinya masa berkurban masih diperbolehkan bagi umat muslim yang sanggup dan perduli kepada saudaranya dengan kurang mampu. Bukan juga hal kebetulan, di tahun 2020 tersebut Iedul Adha masuk dalam era pandemi Covid-19. Di mana, periode ini telah menghancurkan sendi-sendi perekonomian masyarakat. Tentu saja berkurban mau sangat dibutuhkan masyarakat, di tengah sulitnya pengadaan lauk pauk meskipun makanan pokok telah diberikan pemerintah.

Direktur Utama Uluran tangan Tirta Energi (JTE) Dr. Etty Susilowati dalam menjalankan ibadah persembahan di tahun ini, turut menggorok hewan kurban di mana keturunan dari hewan yang disembelih, diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak sanggup di sekitar perusahaan.

Untuk program kurban kali ini, hewan sapi yang dijadikan persembahan disembelih di kantor JTE PLTMH Lodagung Blitar yang selanjutnya dikasih kepada masyarakat sekitar.

Dr. Etty, mengatakan masa pandemi merupakan masa sulit bagi siapapun. Menjadi panggilan saat Iedul Adha jatuh di masa pandemi saat ini untuk turut menjalankan ibadah seperti yang dicontohkan oleh Nabi Besar Ibrahim AS.

“Masyarakat banyak yang merasakan pengganggu. Bukan hanya dalam bidang daya, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya pun banyak yang merasa pengganggu. Untuk itu, kegiatan berkurban pada Iedul Adha ini menjadi benar penting. Selain mengikuti ajaran Nabi, kurban saat ini turut membangun pemerintah dalam pengadaan lauk pquk bagi masyarakat, ” terang Dr. Etty, saat dihubungi.

Dia menambahkan, saat negara menyampaikan Bantuan Sosial bukan berarti seluruh kebutuhan hidup masyarakat sudah terpenuhi. Menjadi tanggung jawab bersama, untuk saling bahu membahu memberikan bantuan di tengah kesulitan yang tersedia di tengah kondisi saat itu.

“Bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Ini kepalang jawab kita semua agar dapat melewati kondisi saat ini. Sebagai bagian dari perusahaan Plat Abang, kami turut mendukung program-program pemerintah dalam membantu masyarakat di sedang pandemi. Apa yang bisa saya lakukan, tentunya kami berharap menjadi manfaat bagi masyarakat, ” ungkapnya.

Dr. Etty pula menjelaskan, program kurban merupakan rencana yang baru pertama kali ini dikerjakan. Rencananya, program kurban akan menjelma kurban reguler yang tiap tarikh akan dilakukan, mengingat kurban adalah ibadah yang sangat baik dikerjakan terlebih dikondisi sulit.

“JTE telah melakukan berbagai hal kalender sosial di tengah pandemi Covid-19. Dari mulai memberikan bantuan kepada tenaga kesehatan, bantuan sosial sembako, dan kali ini turut menggorok kurban di Hari Raya Iedul Adha. Selain menjalankan syariah agama (ibadah kurban-red), hal ini mengajarkan kepedulian kepada warga masyarakat, ” pungkasnya.

Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah daerah serta pemerintah pusat telah mengeluarkan hukum terkait protokol kesehatan dalam pengamalan pemotongan hewan kurban. Untuk tersebut, JTE dalam pemotongan hewan kurban ini juga tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dihimbau oleh Negeri. Para petugas pemotongan tetap menggembala jarak dan memakai masker.