Jakarta, Akuratnews. com semrawut Jajaran pemimpin dan anggota Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) berterima kasih atas kesediaan Pemimpin MPR RI Bambang Soesatyo menjadi Penasehat APLI. Koalisi berkelas Internasional  yang merupakan  anggota dari World Federation Direct Selling Association (WFDSA) yang berkantor pusat di Washington DC, Amerika Konsorsium itu akan terus berkomitmen memaksimalkan potensi ekonomi dengan dimiliki Indonesia.

Kesediaan politisi dan selalu pengusaha itu mau terlibat langsung sebagai Penasehat menjadi rangkaian kebahagiaan keluarga gembung APLI setelah sukses menjadikan APLI Convention dan APLI Award 2020 beberapa waktu lalu.

Mengecap terima kasih dan sentosa itu disampaikan Kany Soemantoro, Ketua Umum APLI yang juga sebagai President Nu Skin Indonesia, Brunai & Filiphina.

“Alhamdulillah beliau bersedia menjadi Penasehat APLI dan kami menodong beliau menjadi Penasehat APLI dengan alasan pola fikir beliau yang melihat hajat rakyat di atas segalanya, serta kami melihat dia memiliki intelegensia yang berharta menciptakan pemikiran strategis buat industri kami, ” perkataan Kany Soemantoro usai beraudiensi dengan Ketua MPR MENODAI di ruang kerjanya, Rabu (3/3/2021).

Kejadian senada juga disampaikan Djoko Komara, Wakil Ketua dan Dewan Komisioner APLI yang melihat sosok politisi tersebut yang selalu mendukung industri yang dijalankan APLI.

“Bahkan beliau mengajukan agar kami berkolaborasi dengan UMKM sehingga dapat positif usaha lokal kerakyatan sehingga roda perekonomian tetap mengalir walau di masa pandemi seperti ini, ” jelasnya.

Kepada para-para pengurus APLI, Bamsoet, nama akrab pecinta otomotif tersebut menyampaikan bahwa dirinya bakal mendorong para pelaku pabrik direct selling/penjualan langsung, atau yang biasa akrab lumrah masyarakat dengan multi kelas marketing (MLM), bersinergi dengan financial technology (fintech) agar bisa memaksimalkan potensi ekonomi yang dimiliki. Terlebih sebab pandemi Covid-19, tak menguatkan manusia berinteraksi secara tepat. Karenanya, pelaku usaha MLM harus memanfaatkan teknologi keterangan.

“Laporan tahunan dari 147 perusahaan direct selling pada tahun 2019, mencatatkan transaksi penjualan sejumlah Rp 14, 7 triliun dengan melibatkan 5, 3 juta mitra usaha. Di tahun 2020, jumlahnya diperkirakan meningkat mencapai Rp 16, 3 triliun. Bahkan EuroCham memperkirakan potensi ekonomi dibanding industri direct selling di tahun 2021 diperkirakan menyerbu Rp 25 triliun. Menunjukan betapa kuat dan bilangan industri direct selling jadi tulang punggung perekonomian nasional, ” ujar Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, gaya industri direct selling selalu terlihat dari besarnya penerimaan anggota APLI yang mampu mencapai minimal 40 milyar dalam sebulan. Ditengah bilangan peran mereka dalam mengutarakan perekonomian nasional, berbagai restriksi dan tantangan atas keberadaan UU Nomor 7 Tahun 2014, Peraturan Menteri Perniagaan Nomor 70 Tahun 2019, dan juga Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021, juga dihadapi oleh APLI.

Selain Ketua Umumnya, pengurus APLI dengan hadir antara lain Wakil Ketua Djoko Komara, Penulis Jenderal Ina Rachman, Chief Legal Mulyaharja, Wakil Carik Jenderal Angga Pambudi serta Richan Nurhasan.