AKURATNEWS – Jajaran Kejaksaan diinstruksikan untuk tidak memperlakukan bangsa pelanggar pemberlakukan pembatasan kesibukan masyarakat (PPKM) layaknya seorang penjahat.

“Jangan dudukan masyarakat pelanggar PPKM sebagai penjahat, mereka zaman ini sedang susah menetap untuk hidup, ” bahana Jaksa Agung, ST Burhanuddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/7).

Dia menjelaskan, sanksi bagi pelanggar PPKM memiliki jenjang tersedia sanksi ringan hingga berat berupa kurungan badan.

“Artinya ada pilihan untuk menjatuhkan jenis serta berat sanksi. Oleh karena itu jangan sampai Darah salah pilih dalam menjebloskan sanksi, bijaksanalah dalam memerosokkan sanksi, selalu kedepankan jumlah kemanfaatan! ” katanya.

Keterangan ini disampaikan, Burhanuddin ketika melakukan lawatan kerja virtual bersama besar kantor kejaksaan di daerah lainnya dan jajarannya.

Burhanuddin mengatakan tersedia dua hal yang harus diperhatikan dalam penegakkan patokan bagi pelanggar PPKM, yaitu aspek proses penegakan patokan dan aspek penindakan.

Untuk proses penegakkan hukum, Burhanuddin meminta supaya jajarannya mengedepankan sisi humanism. Yakni, memperlakukan para pelanggar dengan sopan, penuh dengan sikap empati dan melayani dengan baik.

“Karena tujuan utama dilakukannya penegakkan hukum untuk menangani masyarakat, ” tuturnya.

Kemudian aspek penindakkan, Burhanuddin meminta pemberian sanksi bagi pelanggar PPKM kudu memegang prinsip berkeadilan. Ia menuturkan adil dalam kejadian ini bukan diartikan serupa rata dan sama menikmati, namun adil disini haruslah diartikan secara proposional.