Surabaya, Akurtanews. com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Sidoarjo, Bambang Soetjipto diadukan bekas kliennya, Alwan Noertjahjo, ke Sidang Kehormatan (DK) Peradi.

Pelaporan tersebut lantaran Bambang Soetjipto menjanjikan kemenangan pada Alwan, dengan berperkara di Pengadilan Negeri (PN) Lumajang.

Namun bukannya menang, perkara Alwan yang ditolak PN Lumajang tersebut, justru mendatangkan aset miliknya yang bernilai Rp 5 miliar, dilelang.

Diceritakan Alwan, ketertarikannya untuk merekrut Bambang sebagai pengacaranya, lantaran background Bambang sebagai Ketua DPC Peradi Sidoarjo. Meskipun pada akhirnya jabatan tersebut tidak menjamin untuk menang dalam berperkara.

“ Awalnya saya sempat ditolak karena dia (Bambang) menyatakan bahwa mengenai saya berat, namun selang kira-kira minggu saya ditelepon dan bilang daripada perkara saya ditangani pengacara lain lebih baik ditangani tempat bersama tim, ” ujar Alwan yang didampingi kuasa hukumnya Ir Eduard Rudy, SH, MH. Senin (5/2/21).

Dalam sebuah pertemuan, Alwan mengatakan, Bambang menodong agar disediakan “peluru”, sebagai sarana untuk memenangkan kasus.

“Katanya untuk milih hakim 60 juta dan untuk putusan jarak 200 juta. Itu diluar fee lawyer dan operasional, tapi nyatanya perkara kalah dan aset-aset beta hilang disita, ” ungkap Alwan sambil menunjukkan bukti rekaman visual permintaan uang tersebut.

Usai perkaranya ditolak oleh PN Lumajang, Alwan justru tidak sudah lagi dihubungi oleh Bambang Soetjipto maupun timnya.

Alwan mengaku, dirinya tidak menyoalkan urusan kerugian materi, namun ia kecewa dengan Bambang Soetjipto dan tim yang dianggap tidak beretika, karena menjanjikan kemenangan.

Selain itu, Alwan semakin kecewa, secara cara Bambang yang mengembalikan uang tersebut melalui tangan Pengadilan Negeri (PN) Lumajang.

“Ini bukan soal uang, tapi masalah tanggung jawab saja, karena tersebut saya tolak mengambil konsinyasi mungkin, ” tegas Alwan.

“Dalilnya pengembalian kelebihan uang perkara, padahal mereka ini disidang putusan masih minta uang transportasi, Ini yang menurut saya aneh, ” ungkap Alwan dengan penuh kekecewaan.

Alwan berharap, Majelis Hakim DK Peradi dapat bersuara objektif, atas laporannya tersebut.

“Harapan saya netral, perlu keadilan, ” pungkasnya.

Sementara Bambang Soetjipto enggan berkomentar saat coba dikonfirmasi. Meskipun tahu mengangkat teleponnya, namun setelah menyelami dari awak media, ia tepat menutup telepon. Saat dilakukan konfirmasi melalui Whatsaap pun tidak direspon.

Perlu diketahui, selain Bambang Soetjipto, anggota tim pengacaranya, yakni Dr. Leny Poernomo, Rizal Rahim, Donny Bagus Saputro, Pemimpin Loedfi, dan Deaniz Twolahifebri, pula turut dilaporkan.