Jakarta, Akuratnews. com – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo jadi salah satu deklarator dalam deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Di deklarasi itu, Gatot bicara oligarki kekuasaan.

Pernyataan politik Gatot bukan hanya kesempatan ini saja. Jejak politiknya telah bermula usai dirinya pensiun sejak keanggotaan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sejak itu, Gatot disebut-sebut bakal meramaikan panggung politik nasional sejak tahun 2017 lalu.

Namun, kala itu Gatot selalu menjawab bahwa dirinya masih ialah seorang prajurit, sehingga tak setimpal untuk bermimpi jadi Presiden atau Wakil Presiden RI.

Memang sejak 3 tahun morat-marit itu, Gatot sudah masuk peninjau untuk proyeksi Pilpres 2019. Belum kentara apakah sebagai capres atau cawapres. Yang jelas, ketika itu sudah ada 4 parpol dengan melirik Gatot, di antaranya NasDem, PPP, PAN, dan Gerindra.

Usai menjalankan tugasnya jadi Panglima TNI pada 2017, Gatot kerap melakukan manuver politik. Semenjak 2018, ia sudah rutin melakukan safari politik guna menggalang bawa untuk maju di Pilpres 2019.

Ketua Umum Kelompok Gerindra Prabowo Subianto pun dikabarkan pernah melirik Gatot sebagai wakilnya.

Relawan Selendang Putih Nusantara Resmi Deklarasikan Gatot Nurmantyo Sebagai Capres 2019

Pada April 2018, ada kelompok relawan yang mendeklarasikan Gatot untuk menjadi capres. Kaum itu bernama Relawan Selendang Putih Nusantara (RSPN).

Relawan Selendang Putih Nusantara merupakan sekelompok elemen masyarakat yang mencoba menganjurkan opsi baru bagi masyarakat Nusantara untuk menentukan sosok calon Kepala Indonesia di Pilpres 2019.

Dalam deklarasi tersebut sekaligus ditandai dengan disematkannya selendang putih kepada Gatot Nurmantyo secara langsung.

Selanjutnya 1 2 3