Jakarta, Akuratnews. com kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Keerom Ronny Situmorang, dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Papua karena diduga korupsi. Ronny dilaporkan sejumlah elemen kelompok setempat.

“Dugaan korupsi ini total nilainya mencapai Rp 69. 898. 640. 000. Dibanding nilai tersebut terbagi di dalam enam laporan, ” ujar Pemimpin Gerakan Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Gempur) Papua, Panji Agung Mangku Negoro, Senin (21/9/2020).

Pertama, kata Panji, pembangunan 4 puskesmas afirmasi yang merupakan agenda Presiden Jokowi. Antara lain Puskesmas di Kenandega Waris, Senggi, Ubrub, dan juga Milki, dengan total biaya Rp 37. 990. 646. 000.

Lalu terkaan mark up pengadaan alat pelindung diri (APD) untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Keerom dengan keseluruhan anggaran Rp 659. 930. 000.

“Selanjutnya mark up pengadaan termogen untuk penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Keerom dengan mutlak biaya Rp 258. 500. 000, ” tuturnya.

Selanjutnya, dugaan korupsi pembangunan insentif tim gerak cepat dan tenaga kesehatan RSUD dan ruang isolasi kamar April-Mei 2020, sebanyak Rp 580. 000. 000.

“Dugaan penyalahgunaan dana Covid-19 dari refocusin dana APBD pemerintah Kabupaten Keerom yang tidak sesuai peraturan dengan berlaku dan tanpa melalui metode dengan total biaya Rp 30. 143. 500. 000, ” lanjut Ketua Gerakan Ekomomi Bersama (Geber) Jhon Wakerkwa.

Lalu pertanggungjawaban bendahara yang diduga khayali terkait pengeluaran Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom untuk dana bantuan operasional kesehatan Puskesmas Waris, dengan total biaya Rp 270. 004. 000.

Turut berpartisipasi pada pelaporan Kepala Puskesmas Senggi, Constantina Patipeme dan masyarakat dari Lembaga Peduli Pembangunan dan Demokrasi (FPPD) Papua.

“Tempat beta bekerja tidak tersentuh pelayanan terbuka yang baik dan saya mengalaminya. Yang perlu diketahui lagi hamba ada di sini sangat terharu melihat teman-teman LSM bisa memperjuangkan hak orang Papua. Ada banyak orang di Keerom yang mendapatkan keuntungan dari dana otsus tapi tidak berpihak pada kebenaran, ” tandas Constantina.