Jakarta, Akuratnews. com – Ada fakta mengejutkan dari soal kinerja mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Ternyata, kebijakan Susi selama menjadi menteri belum menguntungkan negara.

Informasi ini dikemukakan Asisten Deputi Keamanan dan Ketahanan Maritim di Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Basilio Dias Araujo. Menurutnya, investasi Susi dalam menjaga kedaulatan sumber daya laut belum menguntungkan negara.

“Ibu Susi melakukan perang melawan illegal fishing. Ibu Susi melawan kapal asing berkuasa di Indonesia. Unsur utamanya adalah memulihkan sumber daya laut. Tapi berkaitan yang Indonesia dapatkan dari menjaga sumber daya laut ini? Apakah Indonesia mendapatkan perlakuan khusus tuk produk ikan Indonesia yang masuk ke pasar global karena pendekatan Indonesia menyelamatkan ekosistem ini? Jawabannya tidak. Produk ikan kita tetap dikenakan pajak yang mahal log in pasar Eropa, ” kata Araujo, dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (13/8).

Araujo menambahkan, pertimbangan yang paling utama dalam mengelola pemerintahan khususnya sektor maritim adalah kita harus tahu persis posisi kita dalam permainan strategis global.

“Kami diharuskan melihat dan menempatkan posisi kami di atas peta, mengukur kemampuan kami dan kekuatan kami, lalu bagaimana memproyeksikan posisi kami di dalam interaksi global atau regional, benar secara ekonomi maupun politik, inch katanya dikutip Antara.

Araujo mengungkapkan Indonesia memiliki 3 Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan selat-selat strategis untuk jalur perdagangan laut. Namun, pertanyaannya, untuk apa dilakukan penjagaan ketat yang memakai sumber daya manusia serta anggaran yang cukup besar pada wilayah strategis tersebut.

“Indonesia menghabiskan bertriliun-triliun untuk menjaga keamanan di beberapa alur laut tersebut dan selat-selatnya, apakah yang didapatkan Indonesia dari investasi yang begitu besar untuk menjaga wilayah laut tersebut? Mari kita hitung atau cek bersama, ” kata dia.