AKURATNEWS | Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat Daya (Abdya) memusnahkan 19 jenis barang bukti (BB) yang sudah memiliki lembaga tetap (Inkracht) masa era November 2020-Juni 2021.

Pemusnahan BB ini dipimpin langsung Kajari Abdya Nilawati, SH., MH disaksikan seluruh pegawai Kejari Abdya dengan tetap menerapkan adat kesehatan di halaman jawatan setempat, Desa Keude Paya Kecamatan Blangpidie, Selasa (6/7).

“BB yang kita musnahkan ini buatan dari sitaan tindak pidana orang dan harta benda, tindak pidana Narkotika serta tindak pidana umum yang lain, ” ujarnya.

Nilawati menyebutkan bahwa pemunahan BB tersebut merujuk pada amanat pasal 270 KUHP tentang kewenangan Kejaksaan di bidang tindak pidana umum, kemudian dipertegas dengan kausa 30 ayat 1 tulisan b undang-undang nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan.

Ia menerangkan BB yang dimusnahkan tersebut masing-masing, 17 bungkus ganja seberat 108, 86 Gram, 1 bungkus rokok berisi 2 batang rokok, 2 batang rokok Panamas, 10 lembar cigarret pipper.

Kemudian 17 lapis sabu seberat 31, 64 gram, 2 buah bong (Alat hisap), 7 unit HP beserta 2 tempat HP, 3 unit sinso (Mesin Pemotong Kayu), 2 buah katrol, 4 bilah parang, 2 buah Gunting, 1 obeng, 1 Kunci T8, 1 cangkir, 10 lembar pakaian, 1 carik handuk, 1 pasang sendal, 1 buah tas kecil, 1 buah dompet, 3 buah senter, 2 untai tali, 2 buah meteran dan 1/2 (Setengah) keping patahan mata pemotong rumput.

Pemusnahan BB itu sendiri dilakukan secara 2 cara yakni pengabuan dan penggilingan. Untuk ganja kering dan BB berbahan dasar kayu, plastik, kertas, kulit dan karet dibakar dalam satu tong had menjadi abu.

Barang bukti sejenis obat-obatan dihancurkan dengan cara diblender dengan larutan air lalu diraibkan ke saluran pengucilan. Sedangkan BB berbahan pokok dari metal/logam dihancurkan maka berkeping-keping dengan bantuan instrumen pemotong.