Barru, Akuratnews. com – Pergerakan Anak buah Pinggiran (PERANG) akan lakukan kelakuan besar-besaran di depan kantor Kejati Sulsel terkait mark up perkiraan bantuan sosial di kabupaten Barru.

“Sesuai hasil investigasi teman-teman di lapangan bahwa kuat dugaan kami ada mark up anggaran yang di lakukan sebab dinas sosial kabupaten Barru” ujur Ansar jendral lapangan Pergerakan Rakyat Pinggiran (PERANG).

Ansar juga menambahkan, sejumlah warga miskin yang menerima bantuan pangan non tunai (BPNT) di desa Garessi kecamatan Tanete Rilau kabupaten Barru mengeluhkan kualitas tempe dan ikan ia terima.

“Sudah 2 kali penyaluran ikan & tempe yang diterima masyarakat akan tetapi kualitasnya sangat tidak layak untuk dikonsumsi” bebernya.

Penyambut BPNT di 55 desa/atau kelurahan pada 7 kecamatan telah di temukan 1955 penerima BPNT yang telah di cairkan oleh pemimpin tenaga kesejahteraan sosial kabupaten Barru.

Terpisah kepala seksi intelijen Kejaksaan Negeri Barru Ryan Adriansyah mengatakan, “Penyidik saat tersebut melakukan pengumpulan data(Puldata) dan pengumpulan bahan keterangan(Pulbaket) terhadap anggaran Bansos yang terjadi di kabupaten Barru, adapun perkembangannya akan dihubungi” jelasnya.

Maka dari tersebut Pergerakan Rakyat Pinggiran (PERANG) hendak melakukan aksi unjuk rasa dalam hari senin 27 juli 2020 di depan kantor Kejaksaan Mulia Sulawesi Selatan.