AKURATNEWS – Perut Mikroplastik galon isi ulang atau galon guna ulang berbahan polycarbonate (PC) jauh lebih besar dan berbahaya dibandingkan dengan kemasan plastik lainnya. Pemicunya karena dimanfaatkan berulang kali, sehingga mikroplastik mengalami peluruhan yang bertambah besar.

Hal tersebut ditegaskan oleh kepala laboratorium kimia universitas indonesia Agustino Zulys bahwa kandungan mikroplastik galon guna ulang lebih besar dibandingkan galon plastik polyethylene terephthalate (PET) dalam Konferensi Pers bertajuk ‘Ancaman Kontaminasi Mikroplastik di dalam Galon Sekali Pakai, yang diselenggarakan oleh Greenpeace, Kamis (23/9).

Menurutnya, bahwa kemasan plastik yang digunakan berulang kali jelas mengalami peluruhan mikroplastik yang lebih tinggi. Hal itu berbeda dengan galon berbahan polyethylene terephthalate (PET) yang selalu baru galon & isinya.

“Untuk (galon) isi ulang, menetapkan dicek lagi dan dicek lagi. Namun menurut hipotesis saya, karena isi ulang tentu lebih banyak lagi (mikroplastiknya) proses yang berlangsung lama, proses peluruhan yang cukup lama, ” kata Agus di Jakarta, Kamis (23/9).

Menurut Agus, hasil riset membuktikan bahwa galon PET yang sekali pakai mempunyai material sama dengan amdk botol. Beberapa merk masih memakai mikroplastik 11 – 257 mikro meter. Dan dengan terpenting Mikroplastik yang dimanfaatkan masih dalam batas aman.

Selain Agus, Konferensi Pers juga diikuti oleh Anggota Pengurus YLKI Tubagus Haryo Karbayanto (YLKI), serta spesialis saraf serta staf pengajar ilmu kedokteran UI dr Pukovias Prawiroharjo.

Sementara tersebut, Purkovisa mengungkapkan semakin mungil kemasan air tersebut pula bisa menyebabkan paparan Mikroplastik yang besar. “Ambangnya sedang rendah di bawah WHO mengenai Mikroplastik, ” Introduksi Purkovisa.

Namun, lanjut Purkovisa, sampai zaman ini belum ada tes klinis dampak mikroplastik untuk kesehatan. “Karena belum sahih bahaya Mikroplastik, maka perlu riset lanjutan dari sisi kesahatan, ” ujarnya.

Sedangkan Tubagus Haryo Karbyanto menyoroti tentang perlunya informasi kepada konsumen melanggar potensi kandungan mikroplastik pada kemasan air minum ini.

“Greenpeace serta UI memberi tahu bahwa mikroplastik ada loh dalam setiap minuman yang dimakan setiap hari. Kita sebegai konsumen harus memiliki benar dasar untuk mengetahui buatan yang digunakan, ” katanya.