Jakarta, Akuratnews. com – Upaya bergandengan menjaga anak-anak agar tak menjadi korban stunting perlu dilakukan. Hak anak kudu diberikan secara penuh termasuk hak atas makanan bergizi. Pemberian makanan tidak bergizi kepada anak seperti susu kental manis berpotensi mengabaikan hak anak. Hal itu mengemuka dalam diskusi jalan yang diselenggarakan Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (KOPMAS) bertema Lingkaran Setan Gizi Buruk di Indonesia.

Mendapatkan hak kesehatan & terhindar dari stunting adalah salah satu hak budak yang diratifikasi dalam kebiasaan hak anak tahun 1989. Dr. Entos Zainal, SP, MPHM, Asisten Deputi Pelepasan Hak Anak atas Kesehatan dan Pendidikan Kemen PPPA yang hadir sebagai pemateri menjelaskan isu kesehatan ialah yang sangat mempengaruhi dengan jalan apa perkembangan anak dan muda disaat dewasanya kelak.

“Isu kesehatan yang paling berpengaruh pada bani dan remaja adalah stunting, malnutrisi, anemia, penyakit tak menular, kesehatan reproduksi, HIV/ AIDS, kekerasan, rokok serta narkoba, ” jelas Entos Zainal.

Diantara permasalahan di atas, stunting masih menyisakan pekerjaan vila yang berat, baik untuk pemerintah dan juga klub. Sebab, Presiden Joko Widodo menargetkan penurunan stunting di 2024 hingga 14%, sementara saat ini angka stunting masih berkisar 27%.

Demi mempercepat target penurunan prevalensi stunting itu, Kementerian PPPA mengajak segenap elemen masyarakat ikut berlaku mengkampanyekan ASI ekslusif jadi bekal anak tumbuh dengan status gizi yang cara.

“Kita kudu jaga betul agar susu kental manis tidak diberikan kepada bayi. Pemenuhan hak anak terlanggar bila susu kental manis terus dikasih sebagai minuman pengganti susu untuk anak, ” tinggi Entos.

Kemudian 1 2