AKURATNEWS – Setelah lebih dari tiga hari dinyatakan hilang kontak, kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatkaan subsunk alias tenggelam oleh Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto.

“Saya atas nama Panglima TNI dan seluruh tentara serta keluarga besar TNI menyampaikan rasa prihatin dengan mendalam, ” kata Hadi sambil menahan tangis dalam jumpa pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai Bali, Sabtu (25/4).

Hadi juga mengantarkan keprihatinan mendalam kepada tentara yang on board dalam KRI Nanggala 402 dengan hilang kontak sejak Rabu, 21 April 2021 pada perairan utara Bali.

“Kita semua merasakan kehilangan dengan kejadian tersebut, ” ujar Hadi.

Tak lama sesudah dinyatakan tenggelam, jagat tanwujud diramaikan dengan istilah on eternal patrol atau yang berarti ‘dalam patroli abadi’. Istilah on eternal patrol diketahui sudah dikenal semenjak Perang Dunia II.

Dilansir dari situs wearethemighty. com, istilah on eternal patrol disematkan kala kapal selam berangkat melayani misi militer di lautan.

Selain on eternal patrol ada kata lain yang dipakai di dalam misi militer yang dikerjakan kapal selam. Jika kapal selam ditugaskan untuk pertempuran, misi tersebut dikatakan war patrol atau patroli perang.

Sementara tersebut, istilah lain saat patroli adalah deterrent patrol ataupun patroli pencegahan. Patroli tersebut merupakan misi yang dijalankan oleh kapal selam buat mencegah terjadinya serangan lantaran pihak musuh.

Istilah on eternal patrol baru disematkan pada pesawat selam yang mengalami subsunk, dan tak bisa balik ke pelabuhan.

Sehingga istilah on eternal patrol baru bisa disematkan pada prajurit yang gugur dalam tugas itu jadi sebuah penghormatan terakhir bagi para pelaut dan personel kapal selam yang gugur saat menjalankan tugas dan menjaga samudera dari pukulan musuh.

Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak itu terus dilakukan.

Terbaru, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengutarakan, komponen yang melekat pada kapal selam dan dipercaya bagian dari KRI Naggala-402 telah ditemukan.

“Komponen tersebut berupa pelurus tabung, grease (pelumas kapal selam), alas untuk sholat dan beberapa sponge yang mengecil, ” katanya zaman jumpa pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (24/4).

Selain itu tim gabungan juga menemukan tumpahan minyak di kedudukan yang serupa dengan penemuan barang-barang yang diyakini bagian KRI Nanggala-402.

Barang-barang tersebut ditemukan di sekitar radius 10 kilometer dibanding titik pencarian, sementara tak ada kapal lain yang melintas di daerah situ.