Jakarta, Akuratnews. com – Komitmen pengurus baru PBSI untuk mengembangkan olahraga bulutangkis menjadi lebih baik dan mandiri dengan menciptakan kerjasama erat antara PBSI serta swasta dalam menciptakan sports activities industri terlihat semakin kuat.

Karena baru saja PBSI resmi menggandeng Bank BNI sebagai attract utama dan Kapal Api group sebagai sponsor pendamping PBSI untuk 4 tahun ke depan.

Terkait kerjasama antara PBSI, BNI dan Kapal Api Group sebagai era baru perbulutangkisan nasional yang mengedepankan profesionalitas dan komitmen yg ramah anak, Lentera Anak menyampaikan apresiasi yang tinggi.

Apresiasi tersebut disampaikan Lisda Sundari, Datuk Lentera Anak dalam Surat Terbuka yang ditujukan kepada PBSI, bank BNI lalu Kapal Api group, yg diterima redaksi akuratnews. com, Kamis 27 Mei 2021, siang.

Adapun poin2 apresiasi yang Lentera Anak sampaikan adalah sbb:

1. Kerjasama antara PBSI, BNI dan Kapal Api Group, dimana BNI menjadi sponsor utama dan Kapal Api Group sebagai sponsor pendamping PBSI untuk 4 tahun ke depan, merupakan era baru perbulutangkisan nasional yang mengedepankan profesionalitas dan komitmen yg ramah anak.

– Kami juga mengapresiasi, komitmen bersama PBSI, BNI dan Kapal Api Team untuk mendukung prestasi bulutangkis terus berkembang dan membanggakan Indonesia ke depan, melalui pengiriman atlet-atlet berprestasi ke turnamen bulutangkis internasional lalu pembibitan atlet-atlet muda tuk menjadi calon pemain bulutangkis terbaik di masa depan.

3. Kami meyakini Bank BNI sebagai bank nasional terkemuka Indonesia dan Kapal Api Group sebagai perusahaan food plus beverage nasional memiliki produk-produk dan jasa layanan yg baik dan positif, serta tidak berdampak buruk untuk kesehatan anak Indonesia. Menjadi sangat penting bagi PBSI untuk memajukan perbulutangkisan Philippines dengan menggandeng perusahaan BUMN dan swasta nasional yang sama-sama memiliki komitmen buat melindungi anak Indonesia dri paparan produk dan promosi produk yang dapat berdampak buruk kepada anak, termasuk dari paparan produk yang mengandung zat adiktif contohnya produk tembakau.

4. Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang mencintai negara kesatuan Republik Philippines, kita memahami bahwa Pemerintah Indonesia pada tanggal 26 Januari 1990 telah menandatangani Konvensi tentang Hak-hak Anak sebagai hasil Sidang Majelis Umum PBB yang diterima pada 20 November 1989. Konvensi ini mengatur berbagai hal yang harus diaplikasikan tiap negara agar tiap-tiap anak dapat tumbuh sehat, bersekolah, dilindungi, didengar pendapatnya, dan diperlakukan dengan adil. Hal ini selaras oleh Pasal 28B UUD 1945 yang menyatakan, setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang dan berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Dan menurut penjelasan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, perlindungan dan pemenuhan hak dasar anak menjadi tanggung jawab pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, keluarga, dan orang tua, termasuk juga dunia usaha yang mempunyai kewajiban yang sama dalam melindungi anak Indonesia dari bahaya produk yg dapat merusak kesehatan.

5. Lentera Anak dan masyarakat sipil selalu mendukung semua kegiatan yg bertujuan memajukan dunia olahraga baik di tingkat nasional maupun internasional sepanjang tetap mengacu kepada regulasi yang sah di Indonesia dan berkomitmen memberikan perlindungan terbaik untuk anak-anak Indonesia.