AKURATNEWS – Pada kondisi saat ini dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk terus berupaya dalam penanganan pandemi Covid-19.

Terlebih pemerintah saat ini fokus dengan penanganan cepat penyebaran Covid -19 dengan perkembangannya masih menunjukkan penambahan yang eksponensial

Seperti diketahui, saat itu pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pemisahan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Perlu sebagai bentuk menekan cepat virus Covid-19 yang dimulai 3 -20 Juli.

“Kami sangat membantu dan memahami, bahwa barang apa yang menjadi kebijakan PPKM Darurat yang disampaikan langsung Presiden kemarin sudah meniti kajian dan pertimbangan yang mendalam, ” ujar Pemimpin Umum Dewan Pimpinan Was-was (DPP) Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia (LPPI), Dedi Siregar di Jakarta, Selasa (13/7).

Dalam hubungan hal tersebut, DPP LPPI juga mengajak semua elemen bangsa bersama-sama menekan laju virus Covid -19 secara patuh pada protokol kesehatan serta melaksanakan anjuran pemerintah demi kesehatan rakyat Indonesia.

“Saat itu yang dibutuhkan kerja serupa dengan pemangku kepentingan umum di republik ini beserta tidak memberikan pernyataan hoax atau yang tidak nyata kebenaran ilmiahnya terkait Covid-19, ” imbuhnya.

Pihaknya pun mengimbau agar tak ada yang membuktikan memprovokasi masyarakat untuk tidak percaya pada pandemi Covid-19 ini.

“Masyarakat kita minta tidak mungkin terprovokasi oknum atau kelompok-kelompok untuk membenci pemerintah dengan sah dalam penangan virus Covid-19 ini. Kami juga mengimbau seluruh lapisan pekerja media sosial untuk tak menyebarluaskan pemberitaan hoax beserta tidak melakuakan penggiringan pendapat bahwa Covid ini rekayasa, ” lanjut Dedi.

Atas dasar hal di atas, maka DPP LPPI juga mengeluarkan pemberitahuan sikap mendukung kebijakan negeri dalam melakukan menekan laju virus Covid-19 dan menolong kepolisian menangkap oknum-oknum dengan mencoba menyebarkan hoax mengenai Covid -19 yang sanggup menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Terakhir, awak mengapresiasi Polri yang secara cepat menindak oknum serupa dr. Lois, ” pungkas Dedi.