Jakarta, Akuratnews. com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dorong industri pengolahan bauksit, alumina, dan turunannya, untuk menambah pasokan material untuk mobil listrik dan mengurangi impor bagi kebutuhan industri dalam negeri.

“Industri ini mengolah bauksit menjadi alumina kita bisa penerapan turunannya yang bisa dijadikan untuk badan pesawat, kabel, kawat tembaga, tekstil, alat-alat elektronik dan lain. Turunan bauksit, seperti copper, nickel ore, bisa menjadi material buat memproduksi mobil listrik, ” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Kejadian itu disampaikan Luhut dalam kunjungannya ke PT Bintan Alumina Nusantara di Pulau Bintan, Kamis dua Juni 2020. Menurut mantan Menko Polhukam itu, industri alumina pula akan mengurangi impor kebutuhan kobalt yang selama ini diimpor lantaran Kongo.

Industri dengan saat ini menempati kawasan seluas 300 hektare itu rencananya bakal diperluas hingga 500 hektare secara investasi saat ini USD600 juta, dan bisa berkembang sampai USD2, 5 miliar pada 2027.

“Selama ini kita tidak pernah tidak impor alumina. Dengan adanya industri ini kita meniadakan ekspor bauksit, mengurangi impor alumina. Karena kebutuhan alumina selama tersebut selalu ekspor. Inalum, contohnya, selama ini mereka impor dari Australia, ” kata dia.

“Biayanya akan jauh lebih gampang dengan alumina kita. Jadi ini industri yang bisa melayani supply chain dalam negeri sampai ijmal. ”

Menurut Luhut, proyek tersebut sangat strategis sebab produk turunannya bisa diekspor ke Amerika, China, Jepang, dan lain-lain. PT Bintan Alumina Indonesia masa ini mempekerjakan sekitar 20. 000 tenaga kerja dan kurang sejak 10 persen dari jumlah tersebut adalah Tenaga Kerja Asing (TKA).

“Seperti di Morowali dan daerah lainnya, tenaga kerja asing itu mengerjakan hal-hal dengan tidak bisa dikerjakan oleh gaya kerja lokal. Secara bertahap mereka akan bangun politenik, kita sudah bicarakan dengan Gubernur dan Bupati. Jadi tidak benar pendapat yang mengatakan TKA akan menjajah kita, tidak seperti itu. ”

Tidak ada pikiran semacam itu sama sekali. Mereka melakukan hal yang kita belum bisa lakukan. Seperti merakit mesin-mesin yang pelik, tetapi tenaga kerja lokal terus dilibatkan sehingga ada transfer wawasan. Ini menyiapkan Indonesia untuk menyelenggarakan leapfrog dalam industri ini, ” ungkap Luhut saat ditanya tentang tenaga kerja asing.