Sidoarjo, Akuratnews. com kepala Belakangan ini, paslonkada yang diusung PDI-P dan PAN serta dibantu parpol non parlemen (Hanura, Perindo, PBB, PKPI, Berkarya dan Gelora), H. Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Hj. Dwi Astutik (Bunda Astutik) maju berlaga pada Pilkada, 9 Desember 2020 mendatang mendadak bak magnet.

Pasalnya, masyarakat dari berbagai elemen berdatangan memberikan dukungan paslonkada berakronim ‘Sidoarjo Berkelas’ itu. Mereka merapatkan barisan bersama Tim ‘Koalisi Guyub Rukun’ yang dinahkodai H. Nurkholis (pemangku Ponpes Metal Muslim ‘Al Hidayah’, Rejoso, Pasuruan) siap memenangkan Akang Kelana – Bunda Astutik jadi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo 2021 – 2024.

Mereka berpendapat, saatnya kepemimpinan kawasan di Sidoarjo berubah dan paslonkada yang dinilai paling layak menempati kursi kepemimpinan itu ‘Sidoarjo Berkelas’.

Alasan mereka, walaupun paslonkada ‘Sidoarjo Berkelas’ diusung PDI-P dan PAN, ternyata pasangan itu kader terbaik Nahdlatul Ulama (NU) notabene ormas Islam yang menyimpan basis massa mayoritas di Sidoarjo. Yakni, Mas Kelana pernah bersandar selaku penasehat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Jatim dan Emak Astutik aktif dalam kepengurusan Musimat NU Jatim hingga sekarang.

Selain itu, paslonkada ‘Sidoarjo Berkelas’, juga memiliki kemampuan yang mumpuni di bidangnya masing-masing. Akang Kelana berlatar pebisnis yang sukses mengelola beraneka bidang usaha dalam sejumlah daerah di Indonesia.

Sedangkan, Bunda Astutik, lumrah tokoh Muslimat NU, serta dipercaya memegang peranan penting di kurang organisasi pendidikan dan pemberdayaan asosiasi tingkat Jatim. Singkatnya, pasangan ini sama-sama berjiwa pemimpin dan mampu.

Nah, bagaimana Mas Kelana menyikapi dukungan masyarakat lantaran berbagai elemen kepada ‘Sidoarjo Berkelas’ tersebut? Akuratnews. com membeberkannya sekilas dalam tulisan seri ke-88 ini.

Dikemukakan Mas Kelana, semakin banyak yang datang, tetap kian bertambah keluarga besar ‘Sidoarjo Berkelas’.

“Kita tertib bersyukur dan berterima kasih dalam mereka yang datang mendukung kita. Itu berarti, peluang kita memenangkan pilkada pun terbuka lebar, ” ujarnya tersenyum.

Meski demikian, lanjut Mas Kelana, tidak membuat dia terlena, berpangku tangan dan berpuas diri. Justru, dia mawas diri serta kerja cepat menggalang massa.

“Ya, kita tetap kerja keras menetapkan masyarakat, guna mendulang suara setinggi-tingginya, ” tandasnya. (Bersambung)