Sidoarjo, Akuratnews. com – Paslonkada yang pintar berkata-kata, tak menjamin bakal mampu memimpin. Karenanya, asosiasi musti hati-hati dan cerdas menentukan pilihan, agar tak mudah terperangkap.

Sepertinya, masyarakat menelusuri terlebih dulu situasi dan rekam jejak figur paslon, serta mendalami visi/misi dan program prioritasnya, apakah riil dan terukur?

Sejauh ini, paslonkada yang dapat diandalkan jadi pemimpin Sidoarjo ke depan, yakni calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo 2020 nomor urut 03, diusung PDI Perjuangan dan PAN, mengikuti didukung enam parpol nonparlemen (Hanura, Perindo, PBB, PKPI, Berkarya & Gelora Indonesia), juga masyarakat pro-perubahan berbagai elemen, H. Kelana (Mas Kelana) – Dwi Astutik (Bunda Astutik).

Mengingat, paslonkada berslogan ‘Sidoarjo makmur’ itu tidak terlalu mengumbar kata-kata, tapi kiprahnya di tengah masyarakat tampak nyata.

Hal itu, sebagaimana terlihat ketika Mas Kelana, didampingi Ketua Tim Pemenangan, H. Masnuh saat melaunching ‘Program PMK Desa’, sekaligus penyerahan secara simbolis tumpuan berupa ‘Brandweer Darjo’ atau kendaraan roda tiga pemadam (pencegahan dini) kebakaran kepada masyarakat, bertempat dalam Desa Kedung Turi, Taman, Sidoarjo, Rabu (18/11/2020).

Nah, apa tujuan Mas Kelana menganjurkan bantuan tersebut pada masyarakat? Akuratnews. com mengetengahkannya sekilas dalam karya seri ke-195 ini.

Mas Kelana menuturkan, sebenarnya pemberian bantuan ‘brandweer’ itu, dia mau mensosialisasikan pada masyarakat terkait satu diantara program prioritasnya.

“Ya, agar masyarakat tahu, kalau kita punya program ‘PMK Desa’. Serta, soal bantuan itu, tentu kita tak mau dinilai cuma bisa omong saja, kita nyatakan, ” ujarnya tersenyum.

Lebih lanjut, Mas Kelana menandaskan, apabila masyarakat menaruh kepercayaan kepada paslonkada ‘Sidoarjo Makmur’ memimpin daerah tersebut ke depan, tentu akan mengembannya penuh amanah.

“Kita dipercaya, tak akan menyia-nyiakannya, kita akan amanah mengemban kepercayaan itu, ” tegasnya. (Bersambung)