Jakarta, Akuratnews. com – Wanita sebagai kaum pokok, diibaratkan sebagai tiangnya sebuah negara. Kehadiran wanita di dalam kesuksesan seorang laki-laki tidak dapat dilepaskan. Kuatnya kehadiran seorang wanita menjadi peristiwa yang diakui dunia universal. Untuk itu, dalam suatu negara merdeka, kesetaraan gender menjadi tujuan untuk mencapai negara yang adil & makmur.

Dalam rangka memperingati Hari Rani Sedunia yang diperingati dalam 8 Maret 2021, Yayasan  Bersatu Sehatkan Indonesia (Yayasan BSI)   bekerja sama dengan  Asian Medical Students Association Alumni Club Indonesia (AMSAAC INA) dan KICKS (Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks) menyelenggarakan talkshow bertajuk International’s Women Festival, Women’s Breakthrough: Challenging Life, Preventing Mishaps, and Inspiring Others.

Inspirasi daripada para pejuang-pejuang dari kelompok Hawa begitu terasa. Lantaran cerita-cerita yang disampaikan, tergambar bagaimana hidup dan kebahagiaan perlu diperjuangkan. Pengalaman-pengalaman inspiratif yang diungkapkan begitu berharga.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Budak (PPPA) Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S. E, M. Si. atau juga dikenal dengan nama Bintang Puspayoga dalam sambutannya mengutarakan, Kesetaraan gender menjadi consensus global yang ditetapkan melalui tujuan ke lima daripada tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Prinsip kesetaraang faktual telah diakui sejak dibentuknya negara republic Indonesia yang dituangkan di dalam konstitusi kita UUD Negara Republik Indonesia 1945. Berbagai kewajiban ini dibuat karena dunia memahami pentingnya kesetaraan, tidak hanya bagi perempuan tetapi bagi seluruh kelompok masyarakat, ” ungkapnya, Jumat, 19 Maret 2021.

Sementara itu, dalam sesi diskusi, dr. Deibby Mamahit, yang berjuang untuk mensupport anak-anaknya yang menyandang autism dan pada prosesnya jadi mendirikan Brainworks, sebuah klinik di Singapura yang tujuan utamanya adalah membantu orang tua yang memiliki anak-anak berkebutuhan khusus.

Selanjutnya 1 2