Jakarta, Akuratnews. com – Menindaklanjuti larangan mudik pada Idul Fitri tahun ini, pemerintah sah melarang pergerakan semua jenis moda transportasi selama 6-17 Mei 2021.

Direktur Jenderal Perhubungan Tanah, Budi Setiyadi mengatakan, larangan pada moda transportasi darat berlaku untuk kendaraan umum dan perseorangan di Lebaran tahun ini.

“Yang dilarang kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil pengikut. Kedua, kendaraan bermotor perseorangan dengan jenis mobil pengikut, mobil bus, dan besar, serta kapal angkutan kali, danau, dan penyeberangan, ” kata Budi dalam konvensi pers virtual Satgas Covid-19, Kamis (8/4).

Di kesempatan yang sebanding, Direktur Jenderal Perhubungan Bahar Kemenhub Agus H Purnomo menerangkan, pihaknya akan membuat posko di 51 pelabuhan pantau pada H-15 dan H+15 Lebaran 2021.

“Ini untuk menanggung mulai dari H-17 serta H+3, tanggal 6-17 mei 2021. Jadi kami akan lakukan pembangun posko, ramp check kapal-kapal sudah berangkat dilakukan. Harapannya persiapan apapun kami akan lakukan, ” ujar Agus.

Larangan juga berlaku buat pesawat. Direktur Jenderal Pertalian Udara Kemenhub Novie Riyanto menjelaskan, angkutan udara niaga dan bukan niaga tidak boleh beroperasi pada masa larangan tersebut.

Namun, ada pengecualian pergerakan kendaraan untuk keperluan terbatas. Pergerakan kendaraan jenis itu masih diperbolehkan.

Berikut daftarnya:

Transportasi Darat
1. Kendaraan pimpinan tinggi lembaga RI
2. Instrumen dinas operasional berpelat biro TNI dan juga Polri
3. Kendaraan jawatan operasional petugas jalan tol
4. Kendaraan pemadam kebakaran, ambulan, dan mobil jenazah
5. Mobil barang dengan tidak membawa penumpang
6. Instrumen yang digunakan pelayanan kesehatan darurat, ibu hamil & anggota keluarga intinya selalu akan mendampingi
tujuh. Kendaraan yang mengangkut repatriasi pekerja migran Indonesia, WNI, dan pelajar/mahasiswa yang berkecukupan di luar negeri, mengikuti pemulangan orang dengan kausa khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang valid

Untuk kendaraan yang berada di pikulan penyeberangan juga ada dengan dikecualikan dari larangan pada periode mudik Lebaran itu, antara lain:

1. Kendaraan pengangkut logistik atau barang kebutuhan pokok kayu
2. Kendaraan pembawa obat-obatan dan alat kesehatan tubuh
3. Kendaraan pengangkut petugas operasional dan petugas penanganan Covid-19
4. Kendaraan pengangkut pemadam kebakaran, ambulan, dan mobil jenazah

Transportasi Bahar
1. Kapal penumpang yang melayani pemulangan gaya kerja Indonesia, pekerja migran Indonesia, dan/atau WNI dengan terlantar dari pelabuhan negara perbatasan
2. Pesawat penumpang yang melayani pemulihan pengikut kapal WNI yang bekerja di kapal niaga/kapal pesiar yang dioperasikan kongsi asing
3. Pesawat penumpang yang melayani transportasi rutin untuk pelayaran tempat terbatas dalam satu kecamatan, satu kabupaten, atau utama provinsi dengan ketentuan serta persyaratan pelayaran dilakukan antarpulau atau pelabuhan dalam provinsi tersebut
4. Pesawat penumpang yang melayani pemindahan antar pulau khusus bagi TNI, Polri, ASN, dan tenaga medis yang medium dalam melaksanakan tugas
5. Kapal penumpang yang melayani transportasi rutin untuk pelayaran di daerah Pemuka dan daerah tertinggal, terasing, terluar, dan perbatasan; dan
6. Kapal penumpang dapat diizinkan beroperasi buat mengangkut barang logistik yang meliputi barang pokok & penting, obat-obatan dan peralatan medis, dan barang pokok lainnya yang dibutuhkan kawasan dalam hal jumlah kapal kargo yang melayani suatu daerah jumlahnya tidak sampai

Transportasi Suasana
1. Pimpinan institusi tinggi negara RI serta tamu kenegaraan
dua. Operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, dan konsulat langka serta perwakilan organisasi global di indonesia
3. Operasional penerbangan khusus repatriasi yang melakukan memulangkan awak negara Indonesia maupun warga negara asing
4. Operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat
5. Operasional angkutan barang
6. Operasional pikulan udara perintis
7. Operasional lainnya dengan seizin dari Dirjen Perhubungan Udara

Kereta Suluh
1. KA antarkota untuk angkutan barang dengan ketentuan tidak ada pengurangan subjek dan pembatasan supply 2. Perjalanan KA perkotaan untuk angkutan penumpang dalam wilayah aglomerasi Jabodetabek, Rangkas, Bandung Raya, dan tempat aglomerasi Surabaya dengan ketentuan pembatasan penumpang.