Jakarta, Akuratnews. com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lulus mengamankan Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara (JPB)

Politikus PDIP itu telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi program tumpuan sosial (bansos) Covid-19.

Juliari tiba di Gedung Abang Putih KPK sekitar pukul 02. 50 WIB, Minggu (6/12) pagi buta. Ia dibawa oleh sejumlah penyidik KPK.

Juliari dengan mengenakan jaket dan topi hitam tak mengeluarkan pernyataan saat dibawa masuk gedung KPK. Di di lobi KPK terlihat Deputi Penindakan KPK Karyoto menunggu kedatangan Juliari.

Juliari pun cuma melambaikan tangan ke arah pengikut media ketika sudah berada pada dalam Gedung KPK. Ia tepat dibawa ke lantai dua untuk diperiksa.

Sebelumnya, Pemimpin KPK Firli Bahuri mengumumkan Juliari telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kronologis kasus ini menurut KPK di awali adanya pemasokan bansos penanganan Covid-19 berupa bagian sembako di Kememsos tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp5, 9 triliun dengan
total 272 kontrak dan dilaksanakan dengan perut periode.

KPK membicarakan Juliari selaku Mensos menunjuk MJS dan AW sebagai PPK dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan jalan penunjukkan langsung para rekanan serta diduga disepakati ditetapkan adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kemensos melalui MJS.

“Untuk fee tiap paket bansos disepakati oleh MJS dan AW sebesar Rp10 ribu per
paket sembako dari nilai Rp300 ribu per paket bansos.

Selanjutnya oleh MJS serta AW pada bulan Mei datang dengan November 2020 dibuatlah janji pekerjaan dengan beberapa suplier sebagai rekanan yang diantaranya AIM, HS dan juga PT RPI (Rajawali Parama Indonesia  yang diduga milik MJS.

Penunjukkan PT RPI sebagai salah satu rekanan tersebut diduga diketahui JPB serta disetujui oleh AW.

Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga me byrima fee Rp12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS kepada JPB melalui AW dengan nilai sekitar Rp8, 2 miliar.

Pemberian uang itu selanjutnya dikelola  EK dan lSN selaku orang kepercayaan JPB untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi JPB.

Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8, 8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan JPB.