Surabaya, Akuratnews. com berantakan Gozadera Bar de Tapaz dalam Jl Sriwijaya No 22, Tegalsari, Surabaya, kembali ditindak oleh Satgas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Minggu (17/01/21).

Tempat yang berijin restoran tersebut, sudah beberapa kali ditindak karena beroperasi dimasa Pandemi.

Sekalipun demikian, Zaki selaku penanggung tanggungan, tampak tidak terima dengan kehadiran tim gabungan dari Polda Jatim, Satpol PP, TNI, Ormas serta Relawan Covid-19. “Pak Budi mana, mana Pak Budi, ” tanyanya, sambil mencari Budi Santosa, Kasat Pol PP Jatim.

Zaki beranggapan bahwa tempatnya mempunyai izin dan masuk dalam bagian restoran, bukan tempat Rekreasi Hiburan Umum (RHU). “Kami ini memiliki ijin lengkap, Resto buka datang jam 22. 00 WIB, & saya punya ijin Resto apalagi sampai Bintang Tiga, ” terangnya dengan nada tinggi.

“kalau RHU dilarang buka, tapi kami punya ijin Resto, seluruh sudah kami lengkapi ijinnya, apalagi sampai Bintang Tiga, kalau sungguh tidak boleh buka, percuma kami buat ijin mahal, ” tambahnya.

Kasat Pol PP Pemprov Jatim, Budi Santosa yang menjelaskan, meski Gozadera Bar de Tapaz memiliki ijin Resto, namun dalam prakteknya menjual Miras secara Alkohol kadar tinggi.

“Di tempat sampean (Kamu) ini tempat minum (Miras) bukan, tersebut wilayah hukumnya Surabaya, jadi memakai Perwali Surabaya. Dan dalam aturannya (Perwali) RHU dilarang buka, ” tegas Budi.

“Kami tindak tampa tebang pilih, kemarin di Holywings juga kami lakukan tindakan yang sama. Jadi tempat yang menyediakan Miras (Beralkohol tinggi) dilarang buka, ” pungkasnya.

Budi juga mengungkapkan, kalau pihaknya, akan melakukan hearing secara Komisi A DPRD Tingkat I Jatim, pada Senin (18/1/2021). ” Nanti keluhan sampean (Anda) akan kami bicarakan dalam hearing, buat keputusannya nanti kami sampaikan, ” tutup Budi.

Pada razia tersebut, petugas menyita Identitas pengunjung dan karyawan untuk 14 hari kedepan dan menjalani sidang Tipiring.

Perlu diketahui, yang menjadi dasar penindakan kepada Holywings Gold, Gozadera, dan RHU lainnya di Kota Surabaya, oleh Satpol PP Jatim adalah, Perwali Surabaya Nomor 67 tahun 2020. Dimana dalam peraturan itu, disebutkan melarang tempat Rekreasi hiburan umum (RHU) untuk buka.