AKURATNEWS – Anggota DPR RI Mulyanto setuju energi nuklir masuk dalam kelompok energi baru dalam RUU Energi Baru Terbarukan (EBT).

Menurutnya, kedepan sangat penting bagi Indonesia memiliki kemampuan membangkitkan listrik dari sumber energi nuklir ini.

Dia menyebutkan ide ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan rencana Australia bersama Ingggris dan AS membentuk pakta pertahanan bersama dan membangun kapal selam nuklir.

“Rencana go nuclear Indonesia serta RUU EBT ini sama sekali bukan untuk merespons rencana Australia untuk membangun kapal selam nuklir tersebut,’’ ungkap Mulyanto, dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 September 2021.

‘’Ini murni aspirasi dari beberapa daerah dan sudah lama didiskusikan termasuk uji kelayakannya.  Selain itu, pembangunan PLTN ini murni untuk tujuan damai, tidak untuk pertahanan keamanan,’’ imbuhnya.

Sebab, lanjut dia, selain karena stabilitasnya yang tinggi, cocok untuk beban dasar (base load), pembangkit listrik dari sumber nuklir (PLTN) ini diminati beberapa daerah dan diperkirakan sumber bahan bakarnya tersedia.

Doktor nuklir lulusan Tokyo Institute of Technology tersebut menambahkan pembangunan pembangkit nuklir sangat tepat bila dikombinasikan dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang bersifat intermitten. Sehingga bisa saling melengkapi.

Menurutnya, sampai hari ini Indonesia sudah berpengalaman dalam mengoperasikan 3 reaktor nuklir, yakni Reaktor GA Siwabesy 30 MW (panas) di Puspiptek Serpong, Banten: Reaktor Bandung 1 MW (panas) di Bandung, dan Reaktor Kartini 250 kW (panas) di Yogyakarta.

Selanjutnya 1 2