Jakarta, Akuratnews. com – Ojek daring (ojol) wajib memasang penyekat di antara pilot dan pengguna sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 11/2020 Mengenai Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Transportasi Darat Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Mencegah Penyaluran COVID-19, meskipun belum ada lisensi terkait jaminan keselamatan dan ketenteraman penggunaan penyekat tersebut.

“Baru dibicarakan dengan pakar ITB terkait material dan ukurannya, ” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi.

Ia mengatakan ojek daring bisa memasang penyekat tersebut selagi menunggu lisensi atau disesuaikan dengan petunjuk atau standar yang berlaku. “Sementara yang sudah berinovasi bisa dibuat dulu (penyekatnya), sambil mengupayakan secara standar yang sesuai, ” katanya.

Budi menambahkan pihaknya akan mengupayakan lisensi paling cepat minggu depan. “Secepatnya minggu depan kalau sudah siap, mungkin KNKT yang akan menerbitkan karena SNI kelamaan, ” katanya

Dalam SE 11/2020 dinyatakan kalau ojek daring atau yang dikenal sebagai sepeda motor dengan aplikasi berbasis teknologi informasi diimbau bagi kongsi aplikasi agar menyediakan pos kesehatan di beberapa tempat dengan menyimpan disinfektan, hand sanitizer, dan pengukur suhu.

“Dalam susunan ini juga kami minta kongsi aplikasi untuk menyediakan penyekat kurun penumpang dan pengemudi serta menyediakan tutup kepala (haircap) jika helm dari pengemudi. Meskipun demikian, penumpang disarankan membawa helm sendiri mengikuti tetap melaksanakan protokol kesehatan lainnya. Untuk pengemudi harus menggunakan kedok, sarung tangan, jaket lengan panjang, dan hand sanitizer, ” kata Budi.

Terkait lisensi penyekat, hingga saat ini salah satu aplikator, yakni Gojek belum memberikan tanggapan.

Tetapi, sebelumnya Chief of Public Policy and Government Relations Gojek Shinto Nugroho menyebutkan pihaknya akan mengimplementasikan sekat pelindung di layanan GoRIde secara bertahap di kota-kota operasional utama di Indonesia.

“Selebihnya, 15. 000 sekat penjaga pada GoCar akan siap dipasang secara bertahap mulai pertengahan Juni setelah sebelumnya lebih dari 1. 000 armada di Jakarta dan Semarang, ” ujarnya.

Sementara itu, Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan pihaknya akan memasang partisi plastik serta menyediakan peralatan kebersihan kepada bertambah dari 8. 000 kendaraan GrabBike dalam beberapa minggu ke ajaran.

“Kami akan memasang partisi plastik dan mendistribusikan bertambah dari 10. 000 peralatan kebersihan yang terdiri dari han sanitizer, disinfektan kendaraan dan masker paras untuk mitra pengemudi GrabCar Protect selama sebulan mendatang, ” ujarnya.

Pengamat Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata Djoko Setijowarno menghargai penyekat tersebut tidak memenuhi patokan jaga jarak.

“Meskipun diberikan penyekat, sekat itu serupa belum mendapatkan sertifikat SNI. Belum dilakukan uji coba oleh institusi yang berwenang, ” tukasnya.