Jakarta, Akuratnews. com – Dewan Pimpinan Nasional ormas Komunitas Banteng Asli Nusantara (DPN KOMBATAN) menodong presiden Jokowi mencopot Moeldoko dari Jabatan Kepala KSP. Hal ini menyusul hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang Sumatera Utara yang memutuskan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Ketua Umum Komunitas Banteng Asli Nusantara (KOMBATAN), Budi Mulyawan mengatakan Kiprah pengambilalihan Partai Demokrat oleh Moeldoko telah merusak dan tidak membangun system kepartaian yang sehat. Dimana metode politik Moeldoko dinilai jadi bentuk penyalahgunaan kewenangan melalaikan pengaruh dan jaringannya disekitar kekuasaan, karena jabatan Moeldoko sebagai Kepala KSP melekat dengan dirinya saat itu.

“Presiden menggunakan Menteri Sekretaris Negara sudah mengatakan hal tersebut adalah urusan internal Partai Domokrat, Jika Presiden Jokowi melupakan tindakan pembantunya yang terang mengacak acak urusan internal partai lain, maka mampu ditafsirkan Presiden memberi restu langkah politik Moeldoko” prawacana Budi Mulyawan dalam terbit yang diterima redaksi Sabtu, 6 Maret 2021.

Budi menambahkan Ormas KOMBATAN yang memiliki tagan besar dalam pemenangan Pemimpin Jokowi dalam Pilpres 2019 mengingatkan dualisme kepemimpinan golongan Demokrat akan menyeret pemerintahan Jokowi secara keseluruhan, dengan sebenarnya bukan “perang mereka”. Sehingga akan mengganggu kemampuan dan ritme Pemerintah dalam mengatasi masalah krusial yang sedang dihadapi saat itu.

“Dengan dualisme kepengurusan seperti ini, gugat mengugat pasti akan terjadi, walaupun misalnya secara administratif hukum KLB Sibolangit terang, selanjutnya hasil KLB itu harus didaftarkan ke Kementrian Hukum dan HAM untuk mendapat pengesahan, bagi kementerian Hukum dan HAM situasi tersebut merupakan kesulitan tersisih, demikian juga dengan pihak Kepolisian, yang pada kesudahannya akan menyeret pemerintahan Jokowi secara keseluruhan” kata dia.

KOMBATAN menilai langkah politik Moeldoko sebagai Kepala KSP telah menyimpang dari Visi dan Misi Presiden Jokowi.

” Kewibawaan Presiden Jokowi sedang dirongrong, Moeldoko secara systimatis dan masiv sedangkan membangun kekuatan politik pribadinya dalam agenda 2024 dengan memanfaatkan segenap kewenangan dengan dimiliki sebagai Kepala KSP” tutup Budi.