Surabaya, Akuratnews. com – Organisasis Pemuda Pancasila Surabaya, mengambil sikap tegas kepada RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang mendapat penolakaan dari MUI dan sejumlah Ormas Islam.

Nurdin Longgari wakil pemimpin Pemuda Pancasila kota Surabaya mengisbatkan bahwa Ideologi pancasila sudah final dan tidak perlu diutak atik dalam bentuk apapun dengan dalih penguatan.

“Sebagai Pokok Negara, Ideologi Pancasila sudah final dan tidak bisa diutak atik dalam bentuk penguatan apapun serta kita sebagai anak bangsa kudu menjalankan dan mempertahankannya, ” benar Nurdin.

Nurdin pula menegaskan, para pendiri Negara telah sepakat, dasar Negara adalah Pancasila, untuk mencapai tujuan bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Pokok Republik Indonesia tahun 1945.

“Pancasila sudah diterima oleh seluruh golongan. Sila pertama juga telah diterima oleh semua pengikut agama di Negeri ini, serupa Sila-sila selanjutnya yang mengatur kesibukan bermasyarakat dalam bernegara, ” tambahnya.

“Oleh karena tersebut RUU HIP ini tidak perlu dibahas dan dilanjutkan lagi karena Pancasila sudah final, ” perkataan Pria asal Makassar ini.

Guna menanamkan Ideologi Pancasila, dan banyaknya moral Generasi muda yang sudah melenceng dari kaidah, Pemuda Pancasila meminta agar pemerintah melalui Mendikbud agar pelajaran PMP kembali dimasukan dalam kurikulum sekolah.

“Pemahaman dan penghafalan butir Pancasila serta UUD 1945 agar kembali diwajibkan duterapkan semenjak dini mulai dari sekolah dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi, ” papar Nurdin lebih lanjut.

Pemerintah juga diminta agar Pedoman Pertama Pada Pancasila (P4) mutlak diterapkan saat pendaftaran pelajaran maupun rekrutmen ASN dan TNI-Polri.

“Kami meminta kepada Pemerintah, agar P4 kembali diterapkan, agar generasi muda ini dapat memahami makna dan ideologi Pancasila, ” pungkasnya.