Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Penyanyi Didi Kempot Meninggal Dunia

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Penyanyi Didi Kempot Meninggal Dunia

Jakarta, Akuratnews. com – Penyanyi campursari kenamaan, Didi Prasetyo atau beken dengan nama panggung Didi Kempot meninggal dunia, Selasa (5/5/2020) pagi ini.

Didi meningal di RS Kasih Ibu Solo. Didi Kempung diketahui meninggal dunia pada pukul 7. 30 pagi.

Hal ini disampaikan Lili, belahan dekat Didi Kempot dalam ramah di Kompas TV.

“Tadi malam rumah sakit iba ibu di Solo, ” kat Lili dikutip dari Kompas. com, Selasa (5/5/2020).

Menurutnya, Didi masuk rumah sakit baru pagi ini. Namun dia belum mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya Didi Kempot.

Pelantun lagu-lagu campursari kenamaan tersebut wafat pada usia 53 tahun. Mengenai rencana pemakaman Didi Kempot sedang belum diketahui.

Kematian Didi Kempot sangat mengejutkan. Menurut Lili. DIdi Kempot masih beraktivitas seperti biasa sebelumnya.

Dionisius Prasetyo atau yang bertambah dikenal dengan nama panggung Didi Kempot, merupakan penyanyi campur pati asal Solo, Jawa Tengah.

Ia sebelumnya kerap dijuluki para penggemarnya dengan nama Bapak Loro Ati Nasional, Bapak Tawar Indonesia, Lord Didi, dan dengan terbaru disebut-sebut sebagai Godfather of Brokenheart.

Ternyata Kabar Hoaks Paling Banyak Ditemukan di Instagram

Ternyata Kabar Hoaks Paling Banyak Ditemukan di Instagram

Jakarta, Akuratnews. com — Hasil penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya dan jajaran Polres menemukan yakni Instagram sebagai media sosial yg paling banyak digunakan oleh oknum untuk menyebarkan berita bohong codename hoaks dan ujaran kebencian.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Mako Polda Metro Jaya, Senin (4/5/2020) mengatakan, ada 443 kasus hoaks dan ujaran kebencian yang ditangani jajarannya.

Seiring dengan perkembangan penyelidikan terhadap kasus tersebut, Kepolisian mengajukan permohonan pemblokiran terhadap 218 akun media sosial yang kedapatan membuat dan ikut menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian.

“Ini rincian termasuk akun Instagram ada 179, Facebook 27, Tweets 10, kemudian WhatsApp ada dua akun, ” kata Yusri.

Yusri mengatakan, kewenangan buat melakukan pemblokiran terhadap akun press sosial tersebut ada di tangan Kemenkominfo.

Dia juga berharap permohonan pemblokiran yang diajukan pihak kepolisian bisa segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

“218 yang kita minta untuk di blokir karena kewenangannya ada di Kominfo. Tugas polisi menjaga lalu masih patroli dunia maya. Kemudian kita berupaya untuk blokir dulu sambil berjalan kita menyelidiki, inch ujarnya.

Kemudian dri 443 kasus tersebut, 14 fall telah berhasil diungkap. Penyidik Kepolisian sudah menetapkan 10 orang sebagai tersangka.

Para pelaku kini dijerat dengan Pasal 28 UU ITE Juncto Pasal 45, lalu Pasal 207 dan 208 Ayat 1 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa di muka umum dengan ancaman hukuman bervariasi mulai dari 6-10 tahun.

Pada Sebulan Polda Metro Tangani 443 Kasus Hoax COVID-19

Pada Sebulan Polda Metro Tangani 443 Kasus Hoax COVID-19

Jakarta, Akuratnews. com – Direktorat Reserse Kriminal Istimewa (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya bersama jajaran Polres hingga saat ini menangani 443 kasus tindak kejahatan berita bohong alias hoax & ujaran kebencian.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan 443 kasus tersebut dikumpulkan selama April dan Mei 2020 dengan pengungkapan sebanyak 14 urusan.

“Penyelidikan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Polres di wilayah hukum Polda Metro Hebat selama April sampai Mei tersedia 443 kasus, kemudian penyidikan & pengungkapan tindak pidana tersebut dengan sudah kita ungkap ada 14 laporan yang sudah kita ungkap, ” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (4/5/2020).

Kemudian dari 14 kasus yang berhasil diungkap, penyidik Kepolisian sudah menetapkan 10 orang jadi tersangka yang saat ini cara hukumnya masih terus berjalan.

Adapun rincian laporan kejadian hoax yang ditangani baik oleh Polda Metro Jaya dan banjaran Polres sebagai berikut, Polda Metro Jaya: 166 kasus, Polres Metro Jakarta Selatan: 51 kasus, Polres Metro Jakarta Barat: 36 urusan, Polres Metro Jakarta Utara: 23 kasus., Polres Metro Jakarta Timur: 1 kasus, Polres Metro Jakarta Pusat: 36 kasus, Polres Metro Depok: 25 kasus, Polres Metro Kota Bekasi: 11 kasus.

Kemudian, Polres Metro Kabupaten Bekasi: 44 kasus, Polresta Bandara Soetta: 1 kasus, Polres Metro Kota Tangerang: 17 kasus, Polres Tangerang Selatan: 8 kasus, Polres Kepulauan Seribu: 5 kasus, serta Polres Pelabuhan Tanjung Priok: 19 kasus.

Yusri mengatakan, hoax tersebut disebarkan dengan menggunakan akun palsu di media sosial dan aplikasi pesan instan WhatsApp. Selain hoax soal korona, Yusri menjelaskan para pelaku juga membina ujaran kebencian (hate speech) mengenai pejabat hingga Presiden Joko Widodo.

Yusri kemudian meluluskan contoh mengenai salah satu petunjuk Ditreskrimsus dengan Laporan Polisi Bagian: LP/1863/III/YAN. 2. 5. / 2020/SPKTPMJ tanggal 19 Maret 2020 terkait adanya unggahan dari akun twitter dengan nama lsandilaa dengan kata-kata berita siaran langsung (breaking news) CNN Indonesia dengan keterangan “ANTISIPASI CORONA, SELURUH BUMN DKI DITUTUP” “Erick: Penutupan Berlangsung Selama 2 Minggu”.

Setelah dikerjakan penyelidikan dan penyidikan, Anggota Subdit IV/Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berangkat ke Praja Brebes, JawaTengah, untuk melakukan penelitian terhadap tiga orang yang saat ini masih berstatus saksi, yaitu LMS, AH dan ANA.

Para pelaku dijerat secara Pasal 28 UU ITE Juncto Pasal 45, lalu Pasal 207 dan 208 Ayat 1 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa di muka umum dengan ancaman balasan bervariasi mulai dari 6-10 tahun.

PTPN IV Bagikan 2

PTPN IV Bagikan 2. 000 Nasi Kotak Gratis Kepada Warga Kira-kira Terdampak Covid-19

Kawasan, Akuratnews. com – PTPN IV menyiapkan sebanyak 2. 000 nasi kotak gratis buat masyarakat sekitar Kantor Direksi PTPN IV Jalan Letjend Suprapto No. 2 Medan yang terdampak pagebluk Covid-19.

Pembagian terbengkalai kotak gratis ini dilaksanakan langsung oleh tim PTPN IV pada masyarakat yang sedang melintas dalam depan Kantor Direksi PTPN IV, demikian dikatakan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PTPN IV Rizal H. Damanik, Selasa (5/5/2020) di Medan.

Rizal H. Damanik mengatakan, nasi kotak gratis yang disiapkan sebanyak 400 bungkus setiap hari, untuk dibagikan langsung kepada warga yang terdampak langsung dari penyebaran virus corona di sekitar Kantor Direksi PTPN IV ini, seperti driver ojek, penarik becak, buruh harian terlepas, kuli panggul, tukang parkir, penyalur asongan dan lainnya.

“Pembagian nasi kotak gratis itu diharapkan sedikit dapat meringankan beban saudara kita yang mengalami kesulitan akibat terdampak langsung dari penyebaran wabah virus corona di daerah ini”, ujarnya.

Tengah Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan PTPN IV Riza Fahlevi Naim menambahkan, pembagian nasi kotak gratis dengan dilaksanakan mulai pukul 16. 00 Wib ini, dan dilaksanakan selama lima hari kedepan, sejak Senin (4/5/2020) kemarin.

“Kita berharap pembagian nasi ini datang ke sasaran sehingga warga yang terdampak wabah Covid-19, tidak kesulitan mendapatkan makanan saat berbuka puasa. Bantuan ini diberikan sebagai wajud kepedulian PTPN IV terhadap warga yang tengah mengalami kesusahan”, sebut Riza Fahlevi Naim.

Sebelumnya Riza Fahlevi Naim mengutarakan bahwa PTPN IV sejak 3 Maret 2020 yang lalu hingga saat ini telah mengeluarkan imbalan sebesar Rp3, 5 miliar untuk mendukung pencegahan penularan pandemi Covid-19 dan membantu masyarakat yang tersentuh dampak pandemi Covid-19, baik diberikan secara langsung ataupun bekerjasama dengan pemerintah daerah, lembaga dan institusi.

Membuka Fakta Dibalik Pro-Kontra Pabrik Emas biru di Manggarai Timur

Membuka Fakta Dibalik Pro-Kontra Pabrik Emas biru di Manggarai Timur

Ijin galian C batu kapur di lingko Lolok dan jadwal pembangunan pabrik semen di negeri Luwuk kurang lebih mencapai 89% tingkat persetujuan masyarakat.

Manggarai Timur, Akuratnews. com –Pro dan kontra terkait ijin galian C batu kapur di Lingko Lolok sebab Pemprov NTT dan rencana mengahdirkan pabrik semen di kampung Luwuk Desa Satar Punda, Kecamatan Lomba Leda oleh Pemda Manggarai Timur, terus bergulir.

Diabalik tingginya persentase persetujuan masyarakat Dukuh Luwuk dan Lengko Lolok, kalender pemerintah tersebut justru mendapat pancaran dari JPIC dan diaspora Manggarai Timur peduli, misalnya. Kedua lembaga ini bahkan ngotot dan secara nyata menunjukkan sikap penolakannya.

Ditengah situasi COVID-19 dan penetapan PSBB oleh pemerintah, tingkah laku penolakan JPIC itu secara jelas ditunjukkan dengan mengadakan forum perbincangan bersama warga Luwuk kontra bengkel, difasilitasi oleh JPIC pada keadaan Minggu tanggal 03 Mei 2020, digelar di pendopo Paroki Reo, Kecamatan Reo Kabupaten Manggarai.

” Hari ini, awak di kampung Luwuk yang menumpukan kehadiran pabrik semen sedang mendatangkan pertemuan di Paroki Reok beserta JPIC, ” ungkap salah kepala tokoh masyarakat Desa Satar Punda, Bernabas Raba kepada akuratnews. com, ketika ditemui pada hari Minggu, (03/05/2020).

Sedangkan kaum diaspora Manggarai Timur Peduli, menyatakan sikap penolakan melalui petisi kepada Pemkab Manggarai Timur dan Pemprov NTT serta kementerian terkait. Di dalam hari Minggu tanggal 3 Mei 2020, sebanyak 322 orang dari berbagai profesi, meneken petisi itu.

” Kami menentang pembangunan pabrik semen di Luwuk, Desa Satar Punda, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, termasuk kerelaan penambangan bahan baku semen di Lingko Lolok dan sekitarnya, ” kata Flory Santosa Nggagur, dikutip dari laman Media Indoensia, Minggu (3/05/2020)

Kendati begitu, sejak awal bergulirnya wacana terpaut ijin galian C batu kapur di Lingko Lolok dan rencana pembangunan pabrik semen di daerah Luwuk, mayoritas masyarakat setempat telah menyatakan sikap untuk menerima serta mendukung program pemerintah tersebut.

Penelusuran akuratnews. com, menderita masyarakat di kampung Luwuk pada hari Minggu, tanggal 3 Mei 2020, rupanya sikap yang diambil oleh mayoritas masyarakat itu lulus beralasan.

Ketua RT Kampung Luwuk, Efridus suhardi menceritakan, ratusan tahun lamanya potensi tempat di sekitar kampung Luwuk dan Lingko Lolok tidak dimanfaatkan secara maksimal, baik sebagai lahan persawahan maupun perkebunan.

” Mata pencaharian masyarakat kampung Luwuk adalah bertani namun hasil pertanian kami tidak mampu memberikan ketenteraman bagi kami disini, ” membuka Efridus suhardi

Iklim lahan berbatu dengan curah hujan yang rendah berdampak pada buruknya kualitas hasil panen, ” Sesungguhnya komoditas di Luwuk ini adalah jambu mente, tapi itu flora musiman yang dipanen setahun sekadar, ” paparnya.

” Hasil panen tergantung pada kesuburan tanah dan tingginya curah hujan. Kenyataannya setiap tahun kami selalu gagal, ” jelas Efridus suhardi

Kareb itu Efridus suhardi bahkan sangat yakin, kehadiran pabrik semen itu akan menciptakan lapangan kerja baru dan peluang usaha bagi masyarakat setempat.

” Penyerapan tenaga kegiatan lokal juga sangat banyak karena bengkel pasti membutuhkan para pekerja dengan banyak sehingga tidak perlu lagi merantau ke luar daerah, kaya Papua atau Kalimantan, ” ungkapnya.

Selain mendapatkan kesempatan kerja, Dia juga mengungkapkan bahwa masyarakat akan sejahtera dengan adanya melalui CSR yang diberikan oleh pihak perusahaan nantinya.

” Minimal kami bisa hidup lebih baik dan layak daripada kondisi kami saat ini. Karakter yang bicarakan dampak pabrik ibu bukan kami tapi orang lain. Orang luar yang tidak merasakan nasib susah seperti kami pada sini, ” kata Efridus suhardi.

” Diujung sikap kami menerima kehadiran pabrik semen di kampung Luwuk ada itu sebuah harapan yaitu kesejahteraan, ” imbuhnya.

Berdasarkan data yang terhimpun, total pemilik lahan di Lengko Lolok sebabyak 103 orang. Dari jumlah tersebut, sebabyak 101 orang warga menyatakan jadi direlokasi, sedangkan 2 orang tertinggal sedang dalam proses negosiasi secara pihak perusahaan.

Tatkala di kampung Luwuk, dari mutlak 72 orang pemilik lahan, sebanyak 64 orang telah menyetujui pembangunan pabrik semen, sedangkan 8 karakter sisanya sedang dalam proses negosiasi dengan pihak perusahaan.

Berdasarkan data tersebut maka, rancangan eksploitasi galian C batu kapur di Lengko Lolok dan program pembangunan pabrik semen di wilayah Luwuk telah mencapai 89% level persetujuan masyarakat di dua provinsi tersebut.

Kepala desa Satar Punda Fransiskus Hadilais menjelaskan kalau poin-poin kesepakatan masyarakat dengan pihak perusahaan yaitu harga tanah nonsertifikat Rp 12 ribu/m2, harga lahan bersertifikat Rp 14 ribu/m2, dan tanaman seperti kayu jati, jambu mete dan lain-lain dihargai serasi kesepakatan.

” Kegiatan di lokasi pabrik semen saat ini masih melakukan patok lahan. Setelah itu antara pemilik tanah dan perusahaan akan mengikat perjanjian di notaris, ” jelas kades Satar Punda itu.

Fransiskus Hadilais menambahkan bahwa khusus untuk warga di wilayah Lingko Lolok, semua sepakat untuk tukar ke dataran rendah

” Pihak perusahaan sudah menyanggupi untuk membangun rumah warga dengan tipe 60 senilai Rp 200 juta, perabot rumah tangga senilai Rp 50 juta ditambah elektrik 1300 kwh dan air suci ditambah uang kompensasi pindah Rp 150 juta/keluarga. Pembayaran dilakukan secara bertahap. Saat ini warga telah mendapatkan uang muka Rp 10 juta, ” paparnya.

BPS Umumkan Penggunaan Data Tunggal Produksi Pangan

BPS Umumkan Penggunaan Data Tunggal Produksi Pangan

Jakarta, Akuratnews. com – Eksekutif Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, & Perkebunan, Badan Pusat Statistik (BPS), Kadarmanto menyatakan bahwa data sendiri untuk produksi pangan nasional sudah digunakan. Data tersebut juga yang digunakan Kementerian Pertanian (Kementan) mengenai produksi padi, yang merupakan data yang sama dengan data dengan selama ini digunakan BPS.

“Karena setiap bulan setelah kami amati melalui KSA (Kerangka Sample Area) langsung kami mengoper ke Kementan melalui Pusdatin (Pusat data dan Informasi) Kementan. Siap memang kami sepakat dengan karakter datanya Pusdatin. “Setiap bulan kami selalu berkoordinasi dengan mereka, ” ujar Kadarmanto di Jakarta, di release yang diterima redaksi akuratnews. com, Minggu, (3/5).

Kadarmanto menjelaskan, data yang persis juga dikirim kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) dan sejumlah institusi negara lainnya sebagai komitmen Kepala Data yang disepakati pada Desember 2019 lalu.

“Bahkan untuk produksi padi datanya kita sampaikan juga ke Bulog. Siap kami selalu berkoordinasi dengan Pusdatin Kementan dan atau kementerian institusi lainnya terkait update data pangan dan lainnya, ” katanya.

Sementara mengenai pernyataan Presiden yang mengatakan bahwa adanya kurang produksi di 7 propinsi, Kadarmanto mengatakan bahwa data tersebut merupakan data bulanan BPS, yang serupa digunakan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan.

“Sebetulnya keterangan yang minus itu ketersediaan. Ana di BPS hanya menyampaikan buatan bulanan. Nah yang ketersediaan itu mungkin digunakan BKP. Tapi kalau data kita selalu disampaikan ke Pusdatin. Jadi persoalan data awak dipakai siapa wewenang Pusdatin Kementan, ” katanya menegaskan.

Selanjutnya 1 2
Pemerintah Mestinya Kembangkan Reagen Corona

Pemerintah Mestinya Kembangkan Reagen Corona

Serpong, Akuratnews. com – Salah satu kendala penanggulangan Covid 19 yang dihadapi Pemerintah Indonesia adalah keterbatasan total reagen untuk melakukan tes jalan PCR (polymerase chain reaction). Reagen merupakan larutan pendukung yang dimanfaatkan dalam tes PCR. Tanpa adukan ini, pengujian Corona tersebut tak dapat dilakukan.

Semasa ini reagen diperoleh melalui memasukkan. Jumlah reagen ini sangat terpatok, karena jumlah negara yang memproduksinya juga sangat terbatas. Sementara negeri yang membutuhkan sangat banyak.

Menghadapi kondisi tersebut bagian Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto, minta Pemerintah melakukan percepatan upaya pengembangan reagen dalam negeri yang sudah dimulai beberapa waktu lalu.

Mulyanto minta Badan Riset serta Inovasi Nasional (BRIN) melalui LIPI dan BPPT memprioritaskan pengalokasian taksiran dan sumberdaya manusia untuk mengeksplorasi berbagai hal terkait upaya percepatan penanggulangan Covid 19, termasuk reagen ini.

Mulyanto menyayangkan jika kemampuan para peneliti kita dengan sarana lab canggih dengan dimiliki tidak diarahkan pada penghampiran kebutuhan pasar (market pull), dengan digerakan untuk memenuhi kebutuhan pribumi dalam upaya substitusi impor.

“Lembaga litbangjirap (penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan) tidak boleh hanya berorientasi pada keingintahuan akademik yang produknya hanya paper keilmuan. Tetapi harus lebih konkret, yakni dapat mencari solusi bagi pengerjaan permasalahan strategis bangsa.

Jangan sebentar-bentar impor dari langka. Perlu ada kebanggaan dan kepandaian memproduksi barang teknologi secara sendiri, ” tegas Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini.

Mulyanto yakin peneliti Nusantara dapat menemukan formula reagen yang tepat. Karena secara kompetensi dan kualifikasi peneliti Indonesia sudah banyak yang memadai. Yang diperlukan era ini hanya fokus penelitian serta dukungan Pemerintah.

“Kalau pemerintah fokus mendorong, saya tetap BRIN bisa melakukan itu. Pesawat N-250 saja bisa dibuat dan diterbangkan oleh para insinyur kita, ” tandas Mulyanto

Pelopor Perempuan Ini Akui, Tak Mudah Ambil Peran Guru di Periode Pandemi Corona

Pelopor Perempuan Ini Akui, Tak Mudah Ambil Peran Guru di Periode Pandemi Corona

Jakarta, Akuratnews. com – Saat pandemi Corona (Covid-19) menerjang tanah air dan mengharuskan penuh aktivitas dilakukan di rumah termasuk aktivitas belajar, peran guru pada sekolah dirasa luar biasa serta sangat berarti.

Hal inilah yang kini dirasakan sebab aktivis perempuan, Rani Anggraini Safitri. Ketua Sahabat Kartini yang serupa pendiri Yayasan Bahira ini sudah hampir dua bulan menjadi pengajar bagi anak-anaknya yang harus menelaah di rumah akibat diliburkannya madrasah imbas wabah Corona.

‘Peran seorang guru saat ini luar biasa, kerasa banget masa ini. Setiap pagi saya mengajarkan anak-anak saya belajar. Nggak semoga itu, ” ujar Rani usai kegiatan rutin membagikan 150 kotak makanan bagi masyarakat yang memerlukan di sekitar wilayah Cibubur, Selasa (28/4).

“Itu saking tak mudahnya menjadi seorang pembimbing. Mungkin karena itu, banyak wanita yang berpikir lebih enak oleh sebab itu wanita karir ketimbang jadi pengasuh, ” ucapnya.

Dia pun sadar, tak mudah memberi pijakan pendidikan pada anak-anak. Apalagi posisi orangtua sebagai orang terdekat anak-anak dalam keluarga berbeda dengan guru yang notabene hanya jadi pengajar di sekolah.

“Mereka kan kalau sama orangtuanya ada manja-manjanya kalau diajarin. Beta juga nggak pernah (bisa) marah kalo ngajarin mereka, ” membentangkan Rani.

Ia berniat, peran ibu yang kini disebut Kartini masa kini semakin menjelma ibu yang baik bagi anak-anaknya, menjadi istri yang baik untuk suaminya, walau di tengah masa pandemi Corona yang berimbas pada segala sendi kehidupan, terutama ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

Dirinya pun mengaku akan terus mencoba berdonasi bagi masyarakat dengan kini banyak terdampak secara ekonomi oleh wabah Corona ini.

“Di masa sulit kaya ini masalah perut juga maka masalah utama. Kepada teman-teman yang mampu, mari kita bantu yang membutuhkan. Apalagi ini bertepatan secara bulan Ramadhan, ” pungkas Rani.

Polisi Akan Tindak Tegas Pembuat dan Penjual Petasan

Polisi Akan Tindak Tegas Pembuat dan Penjual Petasan

Pekalongan, Akuratnews.com – Demi terciptanya suasana kondusif diwilayah Kabupaten Pekalongan, Kepala Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si melarang masyarakat menyalakan petasan dibulan suci ramadhan. Termasuk larangan memperjualbelikan berbagai jenis petasan karena dianggap melanggar Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Kapolres mengatakan, pihaknya akan terus merazia pembuat dan penjual petasan selama bulan Puasa. “Pada tahap awal kami masih menggunakan pendekatan, namun jika masih membandel kami akan tindak tegas, ucapnya.

Menurutnya, bulan Ramadhan hendaknya dijadikan momentum untuk meningkatkan iman dan ibadah bukan malah dijadikan arena bermain petasan. “Suara petasan membuat gaduh dan mengganggu kekhusyukan ibadah,” ucap AKBP Aris.

Ia berharap semua pihak bisa bekerja sama menekan penyebaran petasan di wilayah Kabupaten Pekalongan sehingga tidak lagi ada dampak buruk yang didapatkan akibat ledakan petasan.

“Jangan sampai petasan ini memakan korban, mari sama-sama kita ciptakan situasi yang kondusif di masing-masing wilayah,” ajaknya.

Corona Tak Serta Merta Jadi Alasan, Perusahaan Wajib Bayar Upah & THR

Corona Tak Serta Merta Jadi Alasan, Perusahaan Wajib Bayar Upah & THR

Jakarta, Akuratnews. com – Di tengah krisis akibat wabah Corona, pengusaha diminta tetap membayar Tumpuan Hari Raya (THR) secara lengkap.

“Belakangan ini, penuh pengusaha yang mengatakan perusahaannya merana akibat imbas wabah Corona jadi tak mampu membayar THR, ” ujar Presiden Konfederasi Serikat Pelaku Indonesia (KSPI), Said Iqbal pada Jakarta, Selasa (28/4).

Said menyesalkan sikap Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah yang memberi rahmat perusahaan yang arus kasnya tertindas untuk mencicil atau menunda pembalasan THR.

“Kami tidak setuju dengan sikap Menaker, ” tegas Said Iqbal.

Ia mengingatkan, Menaker tidak bisa terlalu pro pengusaha tetapi melecehkan hak buruh termasuk THR.

“Kalau perusahaan mengatakan menderita, maka perusahaan harus membuat laporan kas dan neraca keuangan selama dua tahun terakhir untuk diperiksa pemerintah melalui kantor akuntan jemaah, ” lanjutnya.

Lantaran hasil audit itulah, lanjut Said, dapat diketahui perusahaan benar-benar hilang atau sekedar cari-cari alasan.

“Termasuk, kita akan terang, masih ada cadangan kas atau tidak, ” ucapnya.

Menurut Said, audit keuangan sesuai ini memberikan keadilan bagi kerabat buruh. Bukan dengan seenaknya mengutarakan rugi dan tidak bisa tukar upah dan THR.

“THR dan upah harus dibayar penuh agar daya beli buruh saat lebaran dan pandemi Corona tetap terjaga. Sehingga konsumsi kelompok tetap baik, ” pungkasnya.