Polda Metro Jaya Siapkan 18 Gardu Pantau untuk Cegah Para Pemudik

Jakarta, Akuratnews. com – Polda Metro Jaya menyiapkan 18 pos mengawasi untuk mencegah masyarakat dari daerah DKI Jakarta dan sekitarnya mudik ke kampung halaman. Hal itu sebagai tindak lanjut instruksi Pemimpin Joko Widodo (Jokowi).

“Polda Metro Jaya menyiapkan kira-kira 19 titik pos pam (pengamanan) terpadu. Titik besar ada 3 titik khusus di jalan tol, ” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Drs. Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (24/4).

Pos ini akan memantau lalu lalang kendaraan terutama kendaraan pribadi dan ijmal pengangkut penumpang. “Pos pelayanan harmonis dan pos pam terpadu itu kita jadikan 1 jadi gardu pengamanan terpadu, ” imbuhnya.

Pos ini akan diisi oleh polisi lalu lintas, Sabara, Brimob, dan Propam. Dibantu oleh TNI, Dishub, dan instansi terkait yang biasa terlibat dalam operasi ketupat.

Sementara tersebut, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo mengatakan, masyarakat yang kedapatan memaksa mudik akan diberi tindakan tegas. Mereka akan diminta balik oleh petugas untuk kembali ke Jakarta.

“Pelarangan mudik ini dilakukan dengan penyekatan dan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintasi check point yang kita namakan pos pam, ” prawacana Dirlantas Polda Metro Jaya.

Operasi penyekatan mudik itu akan dilakukan mulai Jumat (24/4) pukul 00. 00 WIB. Adapun 19 lokasi pos pantau sebagai berikut:

Jalan Tol
1. Pintu Tol Cikarang Barat
2. Pintu Tol Bitung arah Tangerang

Jalur Arteri
Tangerang Kota:
1. Lippo Karawaci
2. Batu Ceper
3. Ciledug
4. Kebon Nanas
5. Jatiuwung

Tangerang Selatan:
1. Puspitek
2. Curug

Depok:
1. Jalan Awam Bogor Cibinong
2. Citayam

Bekasi Kota:
1. Sumber Arta
2. Bantar Gebang
3. Cakung

Bekasi Kabupaten:
1. Cibarusa
2. Kedungwaringin
3. Bojong Mangu
4. Kebayoran

Andi Taufan Ikutan Mundur, Segera Memeriksa Ulang Keberadaan Stafsus Presiden!

Jakarta, Akuratnews. com awut-awutan Setelah Adamas Belva Syah Devara, kini giliran Andi Taufan Garuda Putra mengundurkan diri dari posisi Staf Khusus Pemimpin Joko Widodo (Jokowi).

Pengumuman pengunduran diri Andi sejak jajaran stafsus milenial diumumkan di sebuah surat terbuka yang ditandatanganinya Jumat (24/4).

Surat pengunduran diri tersebut telah dikonfirmasi dan dibenarkan oleh Andi Taufan.

“Perkenankan saya buat menyampaikan informasi pengunduran diri beta sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia yang telah saya ajukan melalui surat pada 17 April 2020 dan kemudian disetujui sebab Bapak Presiden, ” tulis Andi dalam surat itu.

Terkait pengunduran diri kedua stafsusnya ini, Presiden Jokowi memahami kesimpulan pengunduran diri yang disampaikan Belva dan Andi Taufan.

“Saya memahami kenapa mereka mundur, Saudara Belva Devara dan Andi Taufan. Mereka anak-anak muda dengan brilian, yang cerdas, dan memiliki reputasi serta prestasi yang betul baik, ” ujar Jokowi pada keterangan, Jumat (24/4) di Istana Merdeka, Jakarta.

Sejak awal, dirinya menginginkan adanya anak-anak muda seperti keduanya untuk berkesempatan belajar dan berperan serta pada pemerintahan dan tata kelola.

“Sebetulnya saya ingin itu tahu mengenai pemerintahan dan kebijaksanaan publik, ” kata Presiden.

Walau sudah mundur, kejadian ini dinilai tidak cukup mengakhiri masalah dugaan konflik kepentingan dengan terjadi.

Dikatakan peneliti Transparency International Indonesia (TII) Alvin Nicola, pengunduran diri Belva dan Taufan harus dilanjutkan dengan evaluasi terhadap keberadaan stafsus oleh Kepala Jokowi.

“Menurut saya, niat baik saja tidak cukup. Presiden harus mengevaluasi aturan sekitar stafsus, terutama menegaskan bahwa tiap yang dipilih harus mundur sejak jabatan lainnya, ” kata Alvin, Jumat (24/4).

Menurutnya, kehadiran stafsus muda yang dipilih Presiden saat ini hanya bentuk akomodasi politik. Apalagi mereka tidak diwajibkan mundur dari jabatan pada perusahaannya.

“Tidak tersedia benar-benar kewenangan konkret yang dimiliki oleh stafsus, sehingga saran ana posisi stafsus perlu ditinjau kembali bahkan dihilangkan mengingat cost-nya dengan tidak sedikit, ” kata tempat.

Alvin menambahkan, stafsus yang telah mengundurkan diri biar harus tetap mempertanggungjawabkan dugaan potensi konflik kepentingan yang dilakukan stafsus tersebut.

Ia mencontohkan terkait terpilihnya perusahaan milik Belva, Ruangguru, sebagai satu diantara mitra kalender Kartu Prakerja milik pemerintah.

“Stafsus yang sudah tertinggal perlu membuka data, proses, serta mekanisme lelang yang sudah dilalui bersama lembaga pengadaan terkait agar transparan karena dari penelusuran saya proses lelang berjalan cukup tertutup, ” kata Alvin.

Info lainnya bisa dibaca Slot Online

GANDAR Tolak Desakan Uni Eropa Setujui Bantuan Ekonomi Ke Iran

Jakarta, Akuratnews. com – Amerika Serikat didesak oleh Uni Eropa untuk memberikan kelonggaran sanksi ke Iran. Pemberian sanksi yang dilakukan AS tidak lain dilakukan untuk membatasi rencana rudal balistik Teheran dan buntut Iran di Timur Tengah. Namun desakan ini ditolak oleh AS.

Adapun desakan Asosiasi Eropa ke AS untuk positif ekonomi Iran dalam menghadapi virus corona juga ditolak, kata diplomat utama Uni Eropa, Rabu (22/4/2020) seperti dilansir dari Reuters, Jumat (24/4/2020).

Kepala kecendekiaan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan Amerika Serikat menegah Dana Moneter Internasional (IMF) menolong Iran, negara Timur Tengah yang paling terdampak virus corona.

“Pertama, kami mendukung pelonggaran sanksi dan kedua, permintaan Iran kepada Dana Moneter Internasional (IMF) untuk bantuan keuangan, ” logat Borrell dalam konferensi pers virtualnya.

“Saya menyesalkan sikap Amerika, pada tahap ini yang menentang Dana Moneter Internasional buat mengambil keputusan ini. Dari sudut pandang kemanusiaan, permintaan ini seharusnya diterima, ” ucap Borrell.

Donald Trump kembali perlakukan sanksi terhadap ekspor minyak Teheran pada 2018 setelah AS menarik diri dari perjanjian kerjasama nuklir Iran 2015 antara Teheran dan enam kekuatan dunia.

Bacaan menarik lainnya Data HK

Teheran mengatakan program nuklirnya bertujuan untuk tujuan damai.

Pada tanggal, 15/4/2020, sebelumnya Amerika Serikat menentang pemberian likuiditas habis-habisan oleh Dana Moneter Internasional menggunakan penerbitan Hak Penarikan Khusus Baru, mirip dengan bank sentral yang menghasilkan uang baru, akan menguntungkan Iran dan negara lain.

Rencananya, ini mampu menyediakan ratusan miliar dolar cadangan devisa untuk 189 negara anggota Pemberian Moneter Internasional (IMF), menurut sumber yang mengetahui pertimbangan lembaga universal pemberi pinjaman tersebut.

Iran memiliki setidaknya 86. 000 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi. Antaralain penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona, dan lebih daripada 5. 000 kematian, menurut Reuters.

Uni Eropa telah memberikan bantuan kemanusiaan ke Iran meskipun ada sanksi AS.

Uni Eropa mengatakan di dalam 23 Maret lalu bahwa mereka mendukung permintaan Iran mendapakan tumpuan dari Dana Moneter Internasional (IMF).