AKURATNEWS. COM – Rentetan Polres Metro (Polrestro) Depok berhasil mengungkap dan membekuk enam orang terduga pelaku pemalsuan surat swab antigen Covid-19.

Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan, itu yang ditangkap memiliki peran masing-masing, ada yang beperan pencari pesanan, perantara & pencetak surat palsu.

Pengungkapan kasus itu, kata Imran, berawal sejak pelaku ME dan AK ingin membuat surat tanda hasil  swab antigen Covid-19  untuk keperluan bekerja.

Dia melanjutkan, karena takut hasilnya tidak lolos sehingga mencari akal buat mendapatkan surat swab antigen dengan hasil negatif Covid-19.

“Akhirnya ke-2 pelaku meminta tolong karakter lainnya NN dan RR, dengan membayar sebesar Rp 175 ribu, ” ujar Imran, Selasa (27/7).

Menurut Imran, pelaku NN lalu menyanggupi seruan dengan biaya surat sejumlah Rp130 ribu, dengan mengirimkan fotokopi KTP tanpa dilakukan pemeriksaan.

Cerai-berai pelaku NN meminta tolong kepada pelaku lain yaitu MAP dan AS buat membuatkan surat keterangan buatan.

“Paginya tulisan tersebut telah bisa diambil dari pelaku MAP serta AS dengan hasil negatif, ” terang Imran.

Surat yang telah selesai dibuat, kata Imran, MAP dan AS memberikan kepada NN untuk diserahkan kembali kepada pemesan.

Dari hasil penelitian, lanjutnya, pelaku MAP serta AS mendapatkan bayaran sebesar Rp50 ribu untuk kepala surat keterangan palsu  tes swab Covid-19.

“Jadi ini berantai, si pembuat mendapatkan bayaran 50 ribu, perantara mendapatkan imbalan 80 ribu, sedangkan pelerai pertama mendapatkan keuntungan Rp25 ribu, ” ucap Imran.

Polisi sudah menetapkan enam orang jadi tersangka, terdiri atas pembuat surat keterangan swab antigen palsu, pengguna jasa, dan perantara.

Keenamnya disangkakan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Ancamannya 6 tahun penjara.