Akuratnews.com – Menggunakan softlens belakangan makin digandrungi oleh banyak wanita, dari masyarakat umum hingga ke kalangan selebritas di Tanah Air. Namun yang harus diwaspadai, jangan menggunakan softlens yang tidak aman dan belum terdaftar di Kemenkes RI.

Founder Sisse Lens Indonesia Ida Puspitasari, ST. menerangkan, saat ini masih marak penjualan softlens impor di Indonesia yang belum terdaftar di Kemenkes. “Jangan sembarangan, risiko penggunaan softlens yang tidak aman, bisa berdampak terhadap mata (kondisi mata cepat kering, cepat lelah, cepat merah),” jelasnya.

Hal ini bahkan dialami oleh temannya sendiri. “Awalnya dia biasa pakai softlens-softlens yang lagi hype beredar di internet dan nggak pernah perhatikan apa produknya sudah di-approved Kemenkes atau belum. Awalnya sih nyaman aja, tapi setelah sekian tahun dia pakai softlens, dia baru kerasa sekarang efek buruknya, mata jadi cepat berasa kering, cepat Lelah, cepat merah,” ceritanya.

Lebih lanjut dirinya pun memberikan cara sederhana bagaimana memilih softlens yang baik. Yang terpenting, softlens yang aman sudah terdaftar izin edar dari Kemenkes disertai juga pengecekan kadar air, bahannya, masa pakai, penanganannya, dan lainnya. “Di botol atau kemasan, umumnya ada info mengenai kadar airnya berapa, bahannya apa dan penanganannya bagaimana. Kemasan softlens yang resmi harusnya dike menggunakan bahasa Indonesia,” ucapnya.

Sisselens Indonesia sendiri menghadirkan softlens lokal buatan dalam negeri yang sudah ada izin edar (AKD) Kemenkes RI (No. AKD: 21204022085). Kandungannya, kadar air 43%, polyhema 57%, masa pakai hingga 6 bulan dan bisa digunakan untuk mata yang minus, dan dengan harga yang sangat terjangkau serta pilihan warna yang beragam dan menarik.

“Proses pembuatan dan hasil produksi softlens Sisse Lens Indonesia ini lebih memperhatikan sirkulasi o2 ke mata, lebih fokus untuk kesehatan mata, sehingga fungsi dari softlens ini bukan hanya untuk fashion semata,” pungkasnya.