Jakarta, Akuratnews. com – Tahun 2020 ini, Pranata Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyelenggarakan kegiatan penyembelihan hewan kurban di dalam Program Kurban Online BAZNAS dalam 58 titik penyaluran di 229 desa, 54 kabupaten atau kota dari 24 provinsi di Indonesia.

Penyembelihan hewan Kurban Online BAZNAS ini dimulai secara seremoni secara online dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Jum’at (31/7).

Acara dibuka anggota BAZNAS, Prof. Dr. H. Mundzir Suparta, MA kemudian dilanjutkan secara simbolis pelimpahan hewan kurban oleh Direktur Pati BAZNAS, M Arifin Purwakananta yang disaksikan anggota BAZNAS lainnya serta segenap jajaran direksi.

Berbeda dengan pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan persembahan tahun ini yang dimana berlaku dalam kondisi pandemi Covid-19 BAZNAS berkomitmen tetap memberikan layanan dengan terbaik dalam hal keamanan berkurban bagi masyarakat dan donatur.

Mundzir mengatakan, pemberlakuan adat kesehatan Covid-19 diterapkan secara saksama dalam pelaksanaan Kurban Online BAZNAS, yang dijalankan panitia maupun mitra pelaksana, sebagai langkah pencegahan virus dan juga menjamin aspek kehalalan dan kebersihannya.

“Hingga hari Raya Idul Kurban itu, jumlah hewan kurban mencapai dua. 503 ekor setara kambing atau domba yang disembelih dan dibagikan kepada masyarakat dan rencananya mau dibagikan kepada kurang lebih 50. 060 kepala keluarga atau penerima manfaat, ” ujar Mundzir.

“Tetapi jumlah hewan persembahan yang akan masuk berpotensi mau terus bertambah karena BAZNAS masih terus memberikan pelayanan kurban untuk mudhohi sampai tanggal 12 Dzulhijah pukul 15. 00 WIB, ” sambungnya.

Mundzir menambahkan sebelum disalurkan, pemotongan hewan persembahan dilakukan di tempat tertutup, di Tempat Pemotongan Hewan (TPH) yang telah dirancang sedemikian rupa untuk keamanannya, dengan petugas yang tetap mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Kambing dan sapi kurban yang disembelih, lanjut Mundzir dibeli dari para peternak desa di berbagai daerah. Kejadian tersebut sesuai konsep program Persembahan Online BAZNAS yang tetap berupaya memberdayakan desa untuk meningkatkan ketenteraman dan gizi masyarakat desa pada kondisi pandemi saat ini.

“Setelah disembelih dan dikemas, daging kurban langsung didistribusikan secara metode push approach yakni secara door to door mendatangi vila warga yang telah terdata di dalam data penerima daging kurban. Jadi tidak ada lagi pembagian bon kepada masyarakat atau mengumpulkan pengikut pada saat pembagian daging kurban seperti yang dilakukan pada perayaan kurban tahun-tahun sebelumnya, ” jelasnya.

Tak hanya itu, selain menambah pendapatan peternak serta membantu kebutuhan gizi bagi masyarakat desa, Kurban juga memberikan Cash for Work kepada masyarakat bapet yang terdampak ekonominya akibat pandemi Covid-19.

“Cash for work dilakukan dengan memberikan imbalan langsung tunai kepada mereka yang terlibat dalam kegiatan mulai lantaran penyembelih, pengulitan, pencacahan, membersihkan dalaman, penimbangan, dan pengemasan serta pendistribusian. Mereka yang terlibat ini kurun lain adalah peternak, marbot masjid, ustadz, pedagang keliling, tukang ojek, buruh tani, dan buruh kilang yang terkena PHK di kala pandemi ini, ” tutupnya.