AKURATNEWS – Menanggapi pidato Pengantar dan Tanda Pemerintah Atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kecendekiaan Fiskal Tahun 2022, bagian Komisi VII DPR MENODAI Mulyanto mengatakan bahwa bervariasi anggaran subsidi yang telah digulirkan Pemerintah di tahun 2021, baik subsidi energi maupun subsidi non energi, masih dibutuhkan masyarakat buat dilanjutkan di tahun 2022. Apalagi saat ini perihal pandemi Covid-19 masih belum berakhir dan ekonomi umum masih belum pulih.

Mulyanto menegaskan dalam tahun 2022 Pemerintah menetapkan meneruskan program subsidi dengan ada, termasuk subsidi buat energi.

“Kita tidak sepakat dengan prinsip, bahwa subsidi untuk klub adalah pemborosan anggaran Negara yang tidak produktif. Sebab karena itu secara bertahap harus dihapuskan.

Pandangan PKS justru sebaliknya. Kita harus selalu memberikan pemihakkan kepada mereka dengan tidak mampu yakni itu yang terpinggirkan akibat metode penyelenggaraan pembangunan yang belum ideal, ” jelas Mulyanto.

Mulyanto memasukkan, sesuai Sila Kelima, Pancasila, yang termaktub dalam Prakata UUD tahun 1945, bahwa salah satu dasar Negeri ini adalah untuk melahirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Pembangunan mestinya mampu menyerahkan keadilan sosial bagi umum. Bagi kita semua. Jangan dengan proses pembangunan membina mereka yang kaya menjelma semakin kaya. Sedangkan itu yang miskin menjadi semakin miskin. Akibatnya jurang ketimpangan dalam masyarakt menjadi menganga semakin lebar, ” sirih Mulyanto.

Subsidi anggaran Negara, lanjut Mulyanto, pada prinsipnya ditujukan untuk membantu mereka yang kurang mampu. Diharapkan bantuan tersebut dapat meningkatkan daya belinya sehingga meningkat produktivitasnya.

“PKS akan berjuang untuk membela kaum papa yang rentan terpinggirkan sebab proses pembangunan terkait dengan kebijakan subsidi ini, ” tandas Mulyanto.

Untuk diketahui, sebelumnya Sri Mulyani Indrawati mewakili Pemerintah dalam pidato Pengantar dan Keterangan Pemerintah Atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2022 di depan Rapat Sempurna DPR RI, tanggal 20 Mei 2021 menyampaikan, Negeri akan menerapkan secara bertahap transformasi subsidi energi berbasis orang dan menghapus sumbangan untuk Premium.

Pada tahun 2021 Negeri mengalokasikan anggaran subsidi energi sebesar Rp110, 51 triliun untuk BBM, LPG 3 kg dan listrik. Jumlah itu sedikit lebih mulia dibandingkan dengan anggaran subsidi energi 2020 yang menyentuh Rp108, 8 triliun. ***