Ruteng, Akuratnews. com porakporanda PMKRI Cabang Makassar menilai Polrestabes kota Makassar tidak serius mengikhtiarkan kasus pencekikan mahasiswa oleh Satpol PP

Memonetum Hari Tani Nasional Serta 60 tahun Reforma Agraria Di dalam hari kamis 24 September 2020, Aliansi Satu Simpul Makassar Untuk Indonesia yang tergabung beberapa pola Kemahasiswaan yakni PMKRI Cabang Makassar, GMKI Cabang Makassar, LMND Cabang Makassar Dan KMHDI Cabang Makassar. Melakukan Aksi di depan biro Gubernur Sulsel.

Di dalam aksi tersebut beberapa orang pengikut aksi menjadi korban atas kegiatan represif dari anggota Satpol PP kota Makassar

Menanggapi hal tersebut Pada hari senin 28 September 2020. Aliansi Utama Simpul Makassar untuk Indonesia menyelenggarakan gerakan aksi damai terkait kesibukan represif tersebut di depan Polrestabes kota makassar Makassar dan pula melaksanankan rapat dengar pendapat dengan pihal Polrestabes kota makassar.

Teobaldus Hemma, Presidium Germas Pmkri Cabang Makassar kepada Akuratnews. com (10/10_2020) menyatakan bahwa di rapat dengar pendapat tersbut pihak Polrestabes kota Makassar siap melayani penyelidikan atas kasus ini

“Namun pihak polrestabes kota Makassar melempar bola panas ini kepada kapolsek Panakukang

Pak ini kasus sudah dalam tangan Polerstabes kenapa harus kembali ke Polesk”tambah Baldi

Teobaldus Hemma juga menyatakan bajwa Polrestabes Makassar tidak serius melaksanakan fungsinya. Bahkan ada terjadi agatasi politik antara Polrestabes dan Kalposek. Tidak ada UU yang disampaikan oleh pihak Polrestabes terkait pemberian kasus.

“Kami akan mengakawal dan menuntut kasus tersebut sesuai SOP penyidikan sampai peristiwa ini selesai-“Tutu pria tampan dengan sering di sapa Baldi itu