Sidoarjo, Akuratnews. com – Sebagai wujud kasih roman paslonkada yang diusung PDI-P dan PAN maju laga pilkada Sidoarjo 2020, H. Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) terhadap masyarakat Sidoarjo, pasangan ini bakal membatasi komunikasi tatap muka dan lebih mengintensifkan pertemuan virtual.

Hal itu dimaksudkan, untuk meminimalisir sebaran Covid-19 dan mengurangi bertambahnya korban yang terinfeksi virus ini. Juga, menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo terkait mematuhi protokol kesehatan tak ada tawar-menawar selama pelaksanaan tahapan pilkada serentak.

“Mengingat, pandemi Covid-19, terlebih Sidoarjo zona abang. Saya minta masyarakat simpatisan serta pendukung setia ‘Sidoarjo Berkelas’ menyadari dan memaklumi sikap kita itu. Sebenarnya, dalam hati sangat mengandung. Namun apa daya, menjaga kesehatan tubuh jauh lebih penting, ketimbang mengobati, ” ujar Mas Kelana seusai mengikuti ‘Deklarasi Sidoarjo Bermasker Menunjang Pilkada 2020 Damai’, digelar Forkopimda, Kamis (10/9/2020).

Nah, apa langkah membatasi komunikasi tatap muka dan lebih mengintensifkan virtual tersebut, paslonkada ‘Sidoarjo Berkelas’ sanggup berkomunikasi dengan masyarakat secara optimal? Akuratnews. com membeberkannya sekilas dalam tulisan seri ke-86 ini.

Mas Kelana menuturkan, tempat sangat memahami, masyarakat lebih senang dijumpai paslonkada dengan tatap membuang daripada virtual.

“Karena, kondisi kurang memungkinkan, pandemi Covid-19, kita diperintahkan tatap muka dengan konstituen dalam jumlah terbatas dan wajib menjalankan aturan protokol kesehatan tubuh, ” jelasnya.

Meski demikian, lanjut Mas Kelana, bukan berarti komunikasi dengan segala susunan masyarakat tidak terjalin optimal.

“Sebenarnya, komunikasi virtual tidak jauh beda dengan tatap membuang. Optimal atau tidak, tergantung bagaimana cara kita mengaturnya. Justru, bagi kita, yang perlu dioptimalkan kesehatan tubuh masyarakat tetap terjaga. Intinya, koneksi terjalin dan masyarakat sehat, ” tandasnya tersenyum. (Bersambung)