Surabaya, Akuratnews. com – Tim satgas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali melakukan penertiban, Sabtu (16/01/21) malam.

Sebelum melaksanakan suruhan, Tim gabungan yang dipimpin sebab Satpol PP Jatim tersebut melaksanakan apel di Mapolda Jatim, untuk mendapatkan pengarahan

Kemudian petugas yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Ormas, dan elemen masyarakat tersebut dibagi menjelma tiga.
Tim pertama bergerak untuk membantu penertiban di wilayah Kabupaten Gresik, Sidoarjo dan Tanah air Surabaya.

Tim langsung mengarah ke arah selatan. Sasarannya, kerumunan yang tengah menikmati contoh dan menu lainnya di besar warung kopi di Bundaran Aloha,

Dua warkop dalam Aloha, menjadi sasaran pertama sistematisasi petugas. Melihat kedatangan tim Satgas PPKM, para pengunjung langsung berantakan.

Dianggap melanggar adat kesehatan, petugas langsung menyegel kursi dan meja. Identitas pemilikpun ditahan selama 14 hari dan diwajibkan mengikuti sidang di Pengadilan.

Usai melakukan penertiban pada Aloha, tim kembali bergerak ke kawasan Pagerwojo Sidoarjo. Di kian petugas mendapati hal serupa, terlihat tidak diterapkan pembatasan di dalam cafe  Diorkas dan Restoran Clay, sehingga pengunjung duduk secara bergerombol. Atas kejadian itu kedua tempat tersebut turut disegel.

Ditemui disela-sela razia, Kasatpol PP Pemprov Jatim, Budi Santosa memyampaikan, pihaknya fokus melakukan penyegelan terhadap tempat yang tidak mematuhi adat kesehatan.

“Seharusnya wadah usaha yang mengudang banyak karakter itu memperhatikan protokol kesehatan. Lengah satunya penataan tempat duduk yang dibatasi hingga 25 persen, ” terang Budi Santosa.

“Tempatnya kami segel, dan pemimpin diberlakukan tindakan dengan menahan identitasnya yang kemudian kami limpahkan ke Pengadilan untuk menjalani sidang Aksi pidana ringan, ” tutup Sifat.